Penggali Tanah Tertimbun Batu Sedalam 15 Meter
Senin, 29 September 2014 - 17:15 WIB
Penggali Tanah Tertimbun Batu Sedalam 15 Meter
A
A
A
SUMENEP - Seorang kuli penggali tanah tewas tertimbun batu dan tanah, di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Korban tertimbun batu dan tanah longsor sedalam sekira 15 meter.
Korban yang diketahui bernama Ruji (23) merupakan warga Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Setelah 30 menit terkubur di dalam tanah, korban akhirnya bisa dievakuasi. Jenazah langsung diambil pihak keluarga untuk dikebumikan.
"Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Saat ini lokasi sudah dipasang garis polisi oleh petugas," ujar saksi mata Syafik, kepada wartawan, Senin (29/9/2014).
Dia melanjutkan, peristiwa nahas itu terjadi saat korban sedang menggali tanah untuk dinaikkan dalam pikap. Tetapi, tiba-tiba tanah dan batu yang ada diatasnya runtuh, dan menimpa korban.
Korban yang tidak sempat menghindar, akhirnya tertimbun. Korban merupakan pekerja penggali tanah. Setiap berhasil menaikkan tanah dalam satu pikap, dia mendapatkan upah Rp10-15 ribu.
Terpisah, Kapolsek Guluk-guluk Iptu Rosidy mengatakan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja. Sebab, peristiwa itu terjadi ketika korban menaikkan tanah ke pikap, dan batu besar, serta tanah yang ada di bawahnya longsor.
"Saat itu, korban sedang bekerja bersama seorang temannya. Hasil olah TKP, ini terjadi lantaran kecelakaan kerja," terang Rosidy, saat dikonfirmasi.
Korban yang diketahui bernama Ruji (23) merupakan warga Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Setelah 30 menit terkubur di dalam tanah, korban akhirnya bisa dievakuasi. Jenazah langsung diambil pihak keluarga untuk dikebumikan.
"Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Saat ini lokasi sudah dipasang garis polisi oleh petugas," ujar saksi mata Syafik, kepada wartawan, Senin (29/9/2014).
Dia melanjutkan, peristiwa nahas itu terjadi saat korban sedang menggali tanah untuk dinaikkan dalam pikap. Tetapi, tiba-tiba tanah dan batu yang ada diatasnya runtuh, dan menimpa korban.
Korban yang tidak sempat menghindar, akhirnya tertimbun. Korban merupakan pekerja penggali tanah. Setiap berhasil menaikkan tanah dalam satu pikap, dia mendapatkan upah Rp10-15 ribu.
Terpisah, Kapolsek Guluk-guluk Iptu Rosidy mengatakan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja. Sebab, peristiwa itu terjadi ketika korban menaikkan tanah ke pikap, dan batu besar, serta tanah yang ada di bawahnya longsor.
"Saat itu, korban sedang bekerja bersama seorang temannya. Hasil olah TKP, ini terjadi lantaran kecelakaan kerja," terang Rosidy, saat dikonfirmasi.
(san)