SDN 11 Tebet Ambruk & Terbakar, Ini Kata Warga
Minggu, 28 September 2014 - 11:39 WIB
SDN 11 Tebet Ambruk & Terbakar, Ini Kata Warga
A
A
A
JAKARTA - Kebakaran yang terjadi di SDN 11 Pagi Tebet Timur, diduga akibat korsleting listrik. Hal itu juga disebabkan bangunan yang roboh menimpa kabel sehingga mengakibatkan korsleting listrik.
Ali Sadikin (41), salah seorang warga yang rumahnya di dekat sekolah mengatakan, sebelum kebakaran itu melalap bangunan tersebut. Gedung sekolah itu runtuh dan menimpa beberapa kabel hingga akhirnya terjadi kebakaran.
"Pada awal kejadian sekitar pukul 15.00 WIB. Sekolah roboh, kelas 1 hingga kelas enam itu ambruk atapnya. Baru setelah itu terjadi kebakaran," katanya kepada Sindonews di lokasi, Sabtu 27 September 2014 malam.
Pria yang juga alumni sekolah tersebut menuturkan, anaknya yang juga sekolah di situ pernah mengatakan, di atap kelasnya sering terdengar bunyi mengerik.
"Anak saya bilang kalau di atap (kelas) sering ada bunyi kret-kret. Tapi, saya dan anak saya mengira kalau itu bunyi suara kayu jatuh atau genteng bergerak kena angin. Ternyata itu sekolah malah roboh," tuturnya.
Selain itu, tambah Ali, robohnya bangunan di SDN 11 Pagi Tebet Timur itu diduga karena buruknya konstruksi bangunan.
"Konstruksinya tidak begitu baik. Saya sendiri melihat, tulang-tulang bangunan yang berfungsi sebagai penyangga atap berjumlah sedikit. Tulang-tulang ini tidak dibuat dengan besi cor. Makanya, genting yang muatannya berat itu tidak tertahan secara baik. Akibatnya yah ambruk," tutupya.
Ali menambahkan, akibat ambruknya atap bangunan yang itu, maka terjadilah korsleting listrik di ruang kelas lima.
"Itu kan penyebabnya ga ada satu orang yang tau. Penjaganya sendiri saja tidak tau. Saksi yang melihat rubuhnya juga tidak tau. Tapi saya yakin, itu kebakar gara-gara ambruknya bangunan. Kabel putus atau kena gesek sama kabel lainnya jadi kebakar," tutupnya.
Ali Sadikin (41), salah seorang warga yang rumahnya di dekat sekolah mengatakan, sebelum kebakaran itu melalap bangunan tersebut. Gedung sekolah itu runtuh dan menimpa beberapa kabel hingga akhirnya terjadi kebakaran.
"Pada awal kejadian sekitar pukul 15.00 WIB. Sekolah roboh, kelas 1 hingga kelas enam itu ambruk atapnya. Baru setelah itu terjadi kebakaran," katanya kepada Sindonews di lokasi, Sabtu 27 September 2014 malam.
Pria yang juga alumni sekolah tersebut menuturkan, anaknya yang juga sekolah di situ pernah mengatakan, di atap kelasnya sering terdengar bunyi mengerik.
"Anak saya bilang kalau di atap (kelas) sering ada bunyi kret-kret. Tapi, saya dan anak saya mengira kalau itu bunyi suara kayu jatuh atau genteng bergerak kena angin. Ternyata itu sekolah malah roboh," tuturnya.
Selain itu, tambah Ali, robohnya bangunan di SDN 11 Pagi Tebet Timur itu diduga karena buruknya konstruksi bangunan.
"Konstruksinya tidak begitu baik. Saya sendiri melihat, tulang-tulang bangunan yang berfungsi sebagai penyangga atap berjumlah sedikit. Tulang-tulang ini tidak dibuat dengan besi cor. Makanya, genting yang muatannya berat itu tidak tertahan secara baik. Akibatnya yah ambruk," tutupya.
Ali menambahkan, akibat ambruknya atap bangunan yang itu, maka terjadilah korsleting listrik di ruang kelas lima.
"Itu kan penyebabnya ga ada satu orang yang tau. Penjaganya sendiri saja tidak tau. Saksi yang melihat rubuhnya juga tidak tau. Tapi saya yakin, itu kebakar gara-gara ambruknya bangunan. Kabel putus atau kena gesek sama kabel lainnya jadi kebakar," tutupnya.
(mhd)