Kopassus Jadi Kasatpol PP, Walkot Bandung Salah Kaprah

Sabtu, 27 September 2014 - 15:42 WIB
Kopassus Jadi Kasatpol...
Kopassus Jadi Kasatpol PP, Walkot Bandung Salah Kaprah
A A A
BANDUNG - Kebijakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (RK) yang berencana mengangkat anggota Kopassus menjadi Kepala Satpol PP dikritisi Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat Dedy Djamaludin Malik.

"Penempatan Kopassus jadi Kasatpol PP itu salah kaprah," kata Dedy, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2014).

Menurut mantan anggota Komisi I DPR RI periode 1999-2004 itu, tugas Kopassus dan Satpol PP jelas berbeda. "Namanya Kopassus itu bagian dari pertahanan negara. Sedangkan Satpol PP itu menjaga ketertiban dan keamanan di dalam negeri," ungkapnya.

Dedy menilai, kebijakan itu justru merendahkan Kopassus. "Kalau Kopassus dijadikan pembina masih oke lah. Tapi ini kan struktural, beda. Ini jadi men-downgrade, merendahkan martabat Kopassus," tegasnya.

Harusnya, RK menginventarisasi PNS di lingkungan Pemkot Bandung. Siapa yang dinilai layak, PNS itu yang kemudian harusnya diberi tugas sebagai Kasatpol PP.

"Yang harus dilakukan itu talent scouting dengan menginventarisasi PNS yang ada di Pemkot Bandung siapa yang cocok untuk jabatan itu. Tapi itu tidak dilakukan dan tiba-tiba loncat ke Kopassus," jelasnya.

Dengan memilih orang dari eksternal Pemkot Bandung, RK pun dipandang gagal melakukan pembinaan dan melahirkan PNS yang mumpuni melaksanakan tugas sebagai Kasatpol PP.

"Dia gagal melakukan pembinaan (PNS). Saya kira (kebijakan) ini harus dibatalkan," pinta Dedy.

Jika kebijakan itu terus dipaksakan, dia mengaku khawatir terjadi konflik di internal Satpol PP. Sebab orang yang mengisi posisi Satpol PP justru berasal dari pihak luar.

RK harusnya memilih Kasatpol PP dari kalangan internal Pemkot Bandung. Sebab persoalan keamanan, ketertiban, dan kebersihan (K3) di Kota Bandung belum tentu bisa diselesaikan oleh Satpol PP jika pimpinannya berasal dari Kopassus.

"Yang harus dipilih bukan Kopassus, tapi orang yang punya integritas dan siap melaksanakan tugas dengan berbagai risiko yang ada," paparnya.

Dedy pun mengingatkan soal sistem dan penegakan hukum yang harus benar-benar dijalankan. "Reward and punishment harus ditegakkan dengan jelas, dan itu bisa dilakukan oleh Satpol PP yang bukan dari Kopassus," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Mulai Bulan Mei Pemkot...
Mulai Bulan Mei Pemkot Bandung akan Terapkan Braga Free Vehicle
Pemkot Bandung Ungkap...
Pemkot Bandung Ungkap Kemungkinan PSBB di Bandung Raya
Vaksinasi Covid-19 Tenaga...
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidik Kota Bandung Mencapai 50 Persen
Oded: Ramadhan dan Pandemi,...
Oded: Ramadhan dan Pandemi, Inovasi Tak Boleh Berhenti
Pemkot Bandung Segera...
Pemkot Bandung Segera Cari Solusi Penanganan Kebun Binatang Bandung
Pulihkan Ekonomi dengan...
Pulihkan Ekonomi dengan Akselerasi Revolusi Industri 4.0
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
4 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
4 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
4 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
6 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved