Polisi dan Warga Bentrok, 1 Bengkel Hangus di Bom Molotov

Jum'at, 12 September 2014 - 08:54 WIB
Polisi dan Warga Bentrok,...
Polisi dan Warga Bentrok, 1 Bengkel Hangus di Bom Molotov
A A A
MAKASSAR - Untuk kesekian kalinya bentrokan antara warga dengan polisi kembali terjadi di Jalan Pandang II dan Pandang V, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Jumat (12/9/2014).

Kali ini dipicu oleh upaya eksekusi paksa pihak Pengadilan Negeri (PN) Makassar atas lahan seluas 4.900 meter persegi.

Dalam bentrokan yang berlangsung tidak kurang dari 15 menit itu satu unit bengkel milik warga ludes terbakar terkena bom Molotov.

Di lokasi bentrok aparat kepolisian terlihat berupaya menghindari kontak fisik namun warga dengan beringas terus saja melakukan pelemparan menggunakan batu dan balok bahkan ada juga yang menggunakan anak panah.

Melihat pergerakan aparat kepolisian tersebut warga yang sejak awal sudah siaga langsung menghujani polisi dengan lemparan batu dan kayu beberapa di antara mereka bahkan menggunakan bom Molotov.

Menyikapi aksi anarkistis warga aparat kepolisian menyambutnya dengan melepaskan beberapa kali tembakan gas air mata. Hasilnya cukup efektif warga yang sudah mulai beringas secara perlahan mundur.

Begitu pengaruh gas air mata mulai mereda polisi kembali bergerak mendekati kerumunan warga yang lagi-lagi disambut hujan batu, lontaran kayu dan bambu runcing.

Bahkan beberapa di antaranya nekat melemparkan bom molotov dan anak panah untuk menahan laju polisi.

Setelah berhasil memukul mundur warga, polisi pun akhirnya berhasil menguasai lahan tersebut.

Kasus perebutan lahan di Jalan Pandang Raya ini bermula ketika importir kakao di Palu, Goman Wisan mengajukan gugatan di PN Makassar karena merasa sebagai pemilik tanah seluas 4.900 meter persegi itu. Namun dalam beberapa kali persidangan pada 2004, Goman dinyatakan kalah.

Goman tidak patah arang dia lalu melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) hasilnya, dia dinyatakan menang dan sah selaku pemilik tanah.

Namun warga bersikeras bertahan dengan alasan lahan yang diklaim oleh Goman bukan di Jalan Pandang Raya melainkan berada di antara Jalan Adhyaksa dan Mirah Seruni yang sekarang dibangun mal Panakkukang Square.

Sejumlah ibu ibu histeris dan ngamuk meminta agar polisi tidak menggusur mereka. Pasca bentrok polisi mengamankan sejumlah pemuda yang diduga kuat adalah pelaku pelemparan terhadap polisi saat akan melakukan pengamanan lahan.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
1 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved