Warga di 3 Dusun Terdampak Merapi Tolak Direlokasi

Kamis, 11 September 2014 - 21:30 WIB
Warga di 3 Dusun Terdampak...
Warga di 3 Dusun Terdampak Merapi Tolak Direlokasi
A A A
SLEMAN - Warga tiga dusun di Srunen, Kalitengah Lor, dan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, yang berdampak langsung Merapi menolak direlokasi. Sebab, penetapan dusun berdampak itu dilakukan sepihak.

Terbukti, pemerintah belum pernah mengajak warga untuk membahas masalah tersebut, termasuk mensosialisasikannya.

Warga Srunen Algralno mengatakan, sebagai warga setempat, dirinya jelas menolak bila diminta pindah dan mengosongkan dusunnya. Penolakan ini bukan tanpa dasar. Selain berhubungan dengan kehidupan, yaitu mata pencaharian, juga tidak mengetahui, apa yang menjadi parameter menetapkan wilayahanya sebagai daerah yang berada di zona bahaya.

“Ini yang kami pertanyakan. Sebab selama ini, setahu saya belum ada petugas pusat maupun daerah yang datang ke sini. Tahu-tahu kok masuk daerah berdampak,” tanyanya, kepada wartawan, Kamis (11/9/2014).

Agralno juga mempertanyakan adanya Perda Sleman yang memasukan dusunnya menjadi kawasan rawan bencana (KRB) pada tahun 2011. Sebab masyarakat tidak pernah dilibatkan. Selain itu, saat keluarnya perda di daerah Srunen dan sekitarnya, juga sudah berdiri rumah-rumah permanen paska erupsi Merapi 2010.

“Harusnya sebelum membuat aturan harus melihat kondisi dan fakta dulu di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala desa (Kades) Glagaharjo Suroto mengatakan, karena belum semua masyarakat mengetahui perpres tersebut, maka pemkab diaharap segera melakukan sosialisasi. Pihaknya sendiri akan melakukan pendampingan. Sehingga dengan adanya kejelasan itu, diharapkan tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

“Kami juga mengharapkan para kades yang ada di lereng Merapi maupun di Sleman dikumpulkan untuk membahas masalah ini,” harap Suroto, saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku belum menemukan formula guna memindahkan warga lereng Merapi yang berada di kawasan terdampak langsung Merapi. Ini lantaran menyangkut dengan kehidupan sosial. Sehingga untuk kegiatan tersebut tidak mudah, namun harus dengan kajian, pendekatan, dan kesadaran.
(san)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
33 menit yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
2 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
14 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
14 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
15 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved