Pengiriman Air Bersih Terkendala Keterbatasan Mobil Tangki

Kamis, 11 September 2014 - 06:21 WIB
Pengiriman Air Bersih...
Pengiriman Air Bersih Terkendala Keterbatasan Mobil Tangki
A A A
BANTUL - Pengiriman air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan di wilayah Bantul, DIY, terkendala keterbatasan mobil tangki.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto, dampak kemarau kali ini semakin meluas. Wilayah yang terdampak kekeringan di antaranya seperti Desa Selopamioro dan Desa Wukirsari di Kecamatan Imogiri, serta Desa Srimartani dan Desa Srimulyo di Kecamatan Piyungan.

"Wilayah itu kami dropping air bersih secara rutin. Sekarang wilayah Dlingo juga sudah mulai mengajukan," ujarnya, Rabu (10/9/2014).

Namun, Dwi mengaku mengalami kendala keterbatasan armada pengiriman air bersih. Saat ini, pihaknya memiliki satu unit mobil tangki yang digunakan untuk pengiriman air bersih. Biasanya mereka meminjam satu armada dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan dua unit armada dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Karena terkendala armada tersebut, pihaknya hanya mampu melakukan pengiriman air bersih paling banyak tiga kali dalam sehari. Sehingga, ia berharap masyarakat bersabar ketika mengajukan permohonan bantuan air bersih.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan warga terkait ancaman el nino yang kemungkinan terjadi di bulan Oktober 2014.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Tony Agus Wijaya mengungkapkan, el nino merupakan fenomena yang menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut di wilayah selatan pantai Jawa. Fenomena el nino tersebut mengakibatkan suhu permukaan laut panas. Hal tersebut menyebabkan curah hujan di Indonesia secara umumnya berkurang.

"Tapi itu nanti tergantung dari suhu udara di permukaan laut nantinya," jelasnya, Rabu (10/9/2014).

BMKG memperkirakan, musim hujan baru akan terjadi di bulan November mendatang. Artinya, kemarau yang terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada tahun ini masih berlangsung hingga Oktober mendatang.

Memang, lanjut Tony, kemungkinan turun hujan tersebut masih ada, namun skalanya masih terlalu kecil. Akibat musim kemarau tahun ini juga telah mengakibatkan persediaan air di sejumlah daerah semakin berkurang hingga membuat masyarakat kesulitan air bersih untuk konsumsi sehari-hari. "Bahkan di beberapa daerah telah mengalami kekeringan," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Atasi Krisis Air Bersih,...
Atasi Krisis Air Bersih, Panglima Kodam Udayana Lakukan Ini
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Bangunan Bertingkat Sedot Air Tanah
Warga Bandengan Sudah...
Warga Bandengan Sudah 3 Bulan Sulit Dapat Air Bersih, Mandi Susah Cucian Menumpuk
Pipa HDPE ALVApipe Dukung...
Pipa HDPE ALVApipe Dukung Penyaluran Air Bersih di Indonesia
Jaga Kebersihan Air,...
Jaga Kebersihan Air, UV Sterilization Teknologi Pembunuh Bakteri
Masyarakat Dinilai Harus...
Masyarakat Dinilai Harus Diberikan Kemudahan Akses Air Bersih
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
1 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
3 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
5 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
5 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved