@kemalsept Perlu Dijamin Keselamatannya Jika Bertemu Ridwan Kamil
Senin, 08 September 2014 - 16:37 WIB
@kemalsept Perlu Dijamin Keselamatannya Jika Bertemu Ridwan Kamil
A
A
A
BANDUNG - Pemilik akun twitter @kemalsept harus dilindungi keamanannya bila diundang bertemu dengan Wali Kota Ridwan Kamil.
Karena akibat kicauan di akun twitter @kemalsept membuat banyak pihak gerah. Itu tak lain karena kata-kata kasarnya terhadap Kota Bandung dan Wali Kota Ridwan Kamil.
Tapi kini kondisinya berbeda. Jika sebelumnya @kemalsept lebih sebagai tokoh antagonis, dia kini justru seolah jadi korban. Dia dihujat banyak orang dengan kalimat kasar.
"Kalau yang bersangkutan berkata kasar, sekarang yang bersangkutan sudah dikasari lebih gila lagi, sudah dibully," kata sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Saeful Muhtadi, saat dihubungi, Senin (8/9/2014).
Bahkan @kemalsept yang awalnya menghujat Ridwan Kamil, kali ini jadi 'musuh banyak' orang. "Orang menyebutnya RK dibully oleh seseorang, nah seseorang ini sekarang dibully oleh banyak orang kan. Akhirnya jadi tidak sehat," ungkapnya.
Atas alasan itu, Asep menyarankan RK mengundang @kemalsept untuk mengklarifikasi seputar kicauannya agar persoalan segera tuntas. Tapi hal itu diperkirakan sulit dilakukan sebab @kemalsept kadung 'ditakuti-takuti' dilaporkan ke polisi dan sudah dihujat banyak orang.
"Kalau perlu RK memberikan jaminan bahwa pertemuan nanti pertemuan silaturahmi biasa," ucapnya.
Jika hal seperti itu tidak dilakukan, Asep menduga @kemalsept tidak akan mau menemui RK atau pihak lainnya.
"Kalau belum apa-apa sudah ditakut-takuti, saya menduga yang bersangkutan sudah tidak mau bertemu," timpalnya.
Bahkan jika identitas @kemalsept terungkap, dia akan berada dalam posisi tidak aman saat berada di tempat umum.
"Kebayang kalau orangnya ketemu, kan itu bisa jadi bulan-bulanan banyak orang, bisa jadi tidak sehat juga menurut saya," tandas Asep.
Karena akibat kicauan di akun twitter @kemalsept membuat banyak pihak gerah. Itu tak lain karena kata-kata kasarnya terhadap Kota Bandung dan Wali Kota Ridwan Kamil.
Tapi kini kondisinya berbeda. Jika sebelumnya @kemalsept lebih sebagai tokoh antagonis, dia kini justru seolah jadi korban. Dia dihujat banyak orang dengan kalimat kasar.
"Kalau yang bersangkutan berkata kasar, sekarang yang bersangkutan sudah dikasari lebih gila lagi, sudah dibully," kata sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Saeful Muhtadi, saat dihubungi, Senin (8/9/2014).
Bahkan @kemalsept yang awalnya menghujat Ridwan Kamil, kali ini jadi 'musuh banyak' orang. "Orang menyebutnya RK dibully oleh seseorang, nah seseorang ini sekarang dibully oleh banyak orang kan. Akhirnya jadi tidak sehat," ungkapnya.
Atas alasan itu, Asep menyarankan RK mengundang @kemalsept untuk mengklarifikasi seputar kicauannya agar persoalan segera tuntas. Tapi hal itu diperkirakan sulit dilakukan sebab @kemalsept kadung 'ditakuti-takuti' dilaporkan ke polisi dan sudah dihujat banyak orang.
"Kalau perlu RK memberikan jaminan bahwa pertemuan nanti pertemuan silaturahmi biasa," ucapnya.
Jika hal seperti itu tidak dilakukan, Asep menduga @kemalsept tidak akan mau menemui RK atau pihak lainnya.
"Kalau belum apa-apa sudah ditakut-takuti, saya menduga yang bersangkutan sudah tidak mau bertemu," timpalnya.
Bahkan jika identitas @kemalsept terungkap, dia akan berada dalam posisi tidak aman saat berada di tempat umum.
"Kebayang kalau orangnya ketemu, kan itu bisa jadi bulan-bulanan banyak orang, bisa jadi tidak sehat juga menurut saya," tandas Asep.
(sms)