Evaluasi Kurikulum 2013 Butuh Kreativitas Guru

Kamis, 04 September 2014 - 22:31 WIB
Evaluasi Kurikulum 2013...
Evaluasi Kurikulum 2013 Butuh Kreativitas Guru
A A A
DEPOK - Kurikulum 2013 yang diterapkan pemerintah dinilai carut-marut. Dari mulai kesiapan sarana dan prasarana pendidikan, hingga kesiapan SDM guru saat mengajar.

Namun, Kurikulum 2013 diyakini mampu memberikan pendidikan berkarakter dan budi pekerti kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Hery Pansila mengklaim, Depok siap mengimplementasikan Kurikulum 2013, seiring program Depok Cyber City. Apalagi dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC).

"Walaupun mungkin dari pusat belum sepenuhnya 100 persen, sebenarnya cikal bakalnya Depok sudah mulai dua-tiga tahun lalu. Siapkan diri, bukan hanya itu, AEC 2015 harus kita sambut dimana kompetensi yang akan diprioritaskan," katanya di Balai Kota Depok, Kamis (4/9/2014).

Terlepas dari kurikulum yang baru atau tidak, lanjut Herry, para guru dan siswa wajib memiliki keterampilan, tak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga sikap serta karakter. Pemkot Depok, lanjutnya, juga menyiapkan bekal pendampingan Kurikulum 2013 bagi siswa SMA sederajat berupa keterampilan atau skill.

"Anak SMA atau SMK mungkin ada yang tak lanjutkan ke kuliah. Kami siapkan bekal, skill, gulirkan dana di anggaran perubahan, lifeskill khusus dengan mendapatkan sertifikat," paparnya.

Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013, dia menilai, sebenarnya dibutuhkan seorang guru yang punya inovasi. Guru dipaksa untuk kreatif mengikuti tuntutan perkembangan zaman.

"Tuntutan zaman mau tidak mau, kita pacu dengan akselerasi, pelatihan, guru-guru inti dengan transfer of knowledge, guru-guru ikut sosialisasi. Kalau hanya menunggu undangan dari pusat susah juga, kita harus ketuk tular, satu guru kreatif ajarkan ke lima guru," kata dia.

Namun, Herry mengakui, dalam hal pengadaan buku, sejauh ini guru masih banyak yang hanya memperoleh bentuk soft copy lantaran ada keterlambatan distribusi khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD). Ia meminta para guru, siswa dan orang tua untuk bersabar.

"Belum dapatkan hard copy sabar. Justru semestinya soft copy lebih ringan, dimana guru-guru di Depok ada 3.600 yang miliki sertifikasi dan rata-rata memiliki notebook, laptop. HP yang memudahkan. Sebagian siswa di Depok memang masih kurikulum lama KTSP, SMP kelas 3 dan SMA kelas 12," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
46 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved