UP Transjakarta Klaim Mampu Atasi Kekurangan Bus
Kamis, 04 September 2014 - 15:57 WIB
UP Transjakarta Klaim Mampu Atasi Kekurangan Bus
A
A
A
JAKARTA - UP Transjakarta mengklaim sudah bisa mengatasi masalah penumpukan penumpang akibat 29 bus Yutong ditarik ke pul. Hal itu diatasi dengan cara menggunakan bus di koridor lain untuk membantu permasalahan itu.
"Saat ini kendala itu sudah terselesaikan dengan menggunakan bus-bus cadangan serta bus-bus dari lain koridor yang lebih sedikit penumpangnya," kata Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butarbutar ketika dihubungi Sindonews, Kamis (4/9/2014).
Mengenai armada bus yang digunakan, Pargaulan mengaku, hal itu kondisional.
"Kalau bus Ankai lagi kosong atau sepi penumpang akan kita perbantukan ke koridor yang penuh penumpang. Begitu juga dengan bus Zhongtong. Jadi tidak bisa kita prediksi mana yang mau diturunkan ke lapangan," bebernya.
Bus pengganti, kata dia, merupakan bus dari berbagai agen pemegang merek (APM) dan berbagai koridor yang sudah diperiksa sebelum beroperasi.
"Yang jelas, kami menggunakan bus layak pakai. Mana yang siap beroperasi itu yang akan kami terjunkan," tandasnya.
Kendala di lapangan, hanya keterlambatan bus menuju halte koridor masing-masing. Karena, masih banyak pengguna kendaraan pribadi yang masuk jalur khusus Transjakarta.
"Penyebabnya yakni strelisasi jalur busway yang belum optimal. Masih banyak warga dengan kendaraan pribadi yang masuk jalur busway," tutupnya.
"Saat ini kendala itu sudah terselesaikan dengan menggunakan bus-bus cadangan serta bus-bus dari lain koridor yang lebih sedikit penumpangnya," kata Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butarbutar ketika dihubungi Sindonews, Kamis (4/9/2014).
Mengenai armada bus yang digunakan, Pargaulan mengaku, hal itu kondisional.
"Kalau bus Ankai lagi kosong atau sepi penumpang akan kita perbantukan ke koridor yang penuh penumpang. Begitu juga dengan bus Zhongtong. Jadi tidak bisa kita prediksi mana yang mau diturunkan ke lapangan," bebernya.
Bus pengganti, kata dia, merupakan bus dari berbagai agen pemegang merek (APM) dan berbagai koridor yang sudah diperiksa sebelum beroperasi.
"Yang jelas, kami menggunakan bus layak pakai. Mana yang siap beroperasi itu yang akan kami terjunkan," tandasnya.
Kendala di lapangan, hanya keterlambatan bus menuju halte koridor masing-masing. Karena, masih banyak pengguna kendaraan pribadi yang masuk jalur khusus Transjakarta.
"Penyebabnya yakni strelisasi jalur busway yang belum optimal. Masih banyak warga dengan kendaraan pribadi yang masuk jalur busway," tutupnya.
(mhd)