Guru Kesayangan Dimutasi, Siswa SDN Ponteh 2 Mogok Belajar
Jum'at, 29 Agustus 2014 - 11:05 WIB
Guru Kesayangan Dimutasi, Siswa SDN Ponteh 2 Mogok Belajar
A
A
A
PAMEKASAN - Gara-gara guru kesayangan dimutasi, puluhan siswa SDN Ponteh 2, Kecamatan Galis, Pamekasan, Jawa Timur, mogok belajar. Mereka menolak guru yang bernama Abu Hasan dipindah ke SDN Batu Bintang 2, Kecamatan Batumarmar.
Pasalnya, para siswa masih butuh jasa-jasa yang bersangkutan untuk mengajar di SDN Ponteh 2. Siswa memulai mogok belajar Jumat (29/8/2014), sejak bel dibunyikan tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka berkumpul di halaman sekolah.
Tidak hanya itu, para bocah ini juga membawa poster yang bertuliskan kritikan. Kemudian poster tersebut ditempelkan di pintu dan dinding sekolah. Salah satu tulisan dalam poster "Kalau Bapak Abu Hasan Pindah, Kami Mogok".
Mereka yang mogok belajar mulai kelas I hingga VI. Tak pelak kondisi itu membuat para guru kelimpungan. Beberapa guru mencoba mengajak siswanya supaya masuk ke dalam kelas. Tetapi, siswa tidak mau dan masih bertahan di luar halaman.
Salah seorang siswi, Zaskia Ulfi Damayanti, menyatakan, dirinya bersama teman yang lain masih membutuhkan jasa Abu Hasan. Sehingga ia meminta supaya guru kesayangan itu tidak dipindah.
"Pak Abu Hasan selalu sabar dalam membimbing dan mengajar kami. Beliau juga sangat disiplin ketika mengajar. Kami tetap mogok belajar, jika Pak Abu Hasan dipindah," terang siswi kelas IV itu.
Terpisah, Ketua Komite SDN Ponteh 2, Sunarto, menilai mutasi tersebut tidak wajar dan diduga ada unsur politik. Sebab, selama ini Abu Hasan dikenal baik oleh masyarakat. Selain itu, sekolah ini masih membutuhkan jasa Abu Hasan.
"Mereka tidak menerima mutasi karena Abu Hasan terkenal berprestasi. Bahkan menjadi mentor guru se-Kecamatan Galis. Apalagi dia dimutasi ke sekolah yang berada di pantura Pamekasan. Kami berharap Abu Hasan tidak jadi dimutasi."
Pasalnya, para siswa masih butuh jasa-jasa yang bersangkutan untuk mengajar di SDN Ponteh 2. Siswa memulai mogok belajar Jumat (29/8/2014), sejak bel dibunyikan tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka berkumpul di halaman sekolah.
Tidak hanya itu, para bocah ini juga membawa poster yang bertuliskan kritikan. Kemudian poster tersebut ditempelkan di pintu dan dinding sekolah. Salah satu tulisan dalam poster "Kalau Bapak Abu Hasan Pindah, Kami Mogok".
Mereka yang mogok belajar mulai kelas I hingga VI. Tak pelak kondisi itu membuat para guru kelimpungan. Beberapa guru mencoba mengajak siswanya supaya masuk ke dalam kelas. Tetapi, siswa tidak mau dan masih bertahan di luar halaman.
Salah seorang siswi, Zaskia Ulfi Damayanti, menyatakan, dirinya bersama teman yang lain masih membutuhkan jasa Abu Hasan. Sehingga ia meminta supaya guru kesayangan itu tidak dipindah.
"Pak Abu Hasan selalu sabar dalam membimbing dan mengajar kami. Beliau juga sangat disiplin ketika mengajar. Kami tetap mogok belajar, jika Pak Abu Hasan dipindah," terang siswi kelas IV itu.
Terpisah, Ketua Komite SDN Ponteh 2, Sunarto, menilai mutasi tersebut tidak wajar dan diduga ada unsur politik. Sebab, selama ini Abu Hasan dikenal baik oleh masyarakat. Selain itu, sekolah ini masih membutuhkan jasa Abu Hasan.
"Mereka tidak menerima mutasi karena Abu Hasan terkenal berprestasi. Bahkan menjadi mentor guru se-Kecamatan Galis. Apalagi dia dimutasi ke sekolah yang berada di pantura Pamekasan. Kami berharap Abu Hasan tidak jadi dimutasi."
(zik)