Festival Kakao Internasional Digelar di Bali

Senin, 25 Agustus 2014 - 04:34 WIB
Festival Kakao Internasional...
Festival Kakao Internasional Digelar di Bali
A A A
BALI - Untuk pertama kalinya, Bali akan menyelenggarakan ajang bertajuk Bali International Cocoa Festival (BICF) y pada 28-31 Agustus 2014 di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana.

Ajang ini diselenggarakan oleh Oxfam NOVIB, Business Watch Indonesia (BWI), Yayasan Kalimajari, Koperasi Semaya Samaniya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana.

BICF ini akan berisikan kegiatan seperti eksebhisi, konferensi internasional dan workshop kakao, kuliner cokelat, busines gathering, CSR, serta dimeriahkan beberapa kegiataan kebudayaan budaya lokal.
Festival ini rencananya akan dihadiri utusan dari Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Kamboja, Myanmar dan Laos.

Ketua Panitia BICF 2014 IGAA Widiastuti mengatakan, kegiatan ini bertujuan membentuk wadah strategis bagi semua komponen per-kakao-an di Indonesia dan Regional Asia dalam membangun komitmen bersama-sama memajukan komoditi kakao secara berkelanjutan.

Selain itu, untuk memperkuat posisi tawar petani sebagai kekuatan strategis dalam membangun kerja sama dan jaringan dengan semua pihak.

"Festival ini akan menjadi momentum dalam upaya menyamakan kembaali persepsi dan implementasi dalam pengembangan komoditi kakao secara berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (24/8/2014).

Dia mengatakan, Jembrana dipilih sebagai tuan rumah kegiatan karena faktor Bali dengan segala padu padan budaya, kultur dan alam telah terbukti memukau semua manusia penghuni bumi serta Jembrana adalah salah satu kabupaten sebagai penghasil kakao.

Bali mungkin tidak termasuk dalam 5 besar penghasil kakao di Indonesia, tetapi Jembrana memiliki catatan sejarah ketika berbicara produk sustainable/berkelanjutan dalam kerangka sertifikasi.

Jembrana hanyalah salah satu dari penggiat yang tersebar di pelosok Indonesia untuk menyuarakan perubahan akan masa depan kakao yang lebih baik.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dn Peternakan Kabupaten Jembrana I Ketut Wiratma mengatakan keberadaan festival ini diharapkan mampu meningkatkan peran serta Jembrana dalam kancah kakao nasional bahkan internasional. Secara khusus dia berharap produksi dan kualitas kakao asal Jembrana akan semakin dilirik.

Melalui festival ini, diharapkan petani kakao di wilayah Jembrana akan semakin bersemangat memproduksi kakao. "Karena kebutuhan akan kakao semakin meningkat sehingg menjadi peluang besar, dan tentunya kesempatan bagi Jembrana untuk dikenal ke mancanegara," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
Jelang Puncak Pelaksanaan...
Jelang Puncak Pelaksanaan KTT G20, Begini Kesiapan Bali
Pemprov Jabar dan Bali...
Pemprov Jabar dan Bali Bahu Membahu Pulihkan UMKM
Pasang Penjor Sambut...
Pasang Penjor Sambut Delegasi KTT AIS 2023, Sekda Bali: Promosi bagi Indonesia
Wisata Bali Dibuka,...
Wisata Bali Dibuka, 1.500 Wisman Diharapkan Datang Per Hari
Kampung Bule Rusia di...
Kampung Bule Rusia di Ubud Bali Jadi Target Penertiban
RUU Bali Dibawa ke Paripurna,...
RUU Bali Dibawa ke Paripurna, Nyoman Parta: Dirancang dengan Filosofi Kearifan Lokal
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
12 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved