3 Hari Lagi, Listrik di Manado Padam 10 Jam

Kamis, 14 Agustus 2014 - 02:18 WIB
3 Hari Lagi, Listrik...
3 Hari Lagi, Listrik di Manado Padam 10 Jam
A A A
MANADO - Warga Kota Manado dan sekitarnya harap-harap cemas. Sebab tiga hari lagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan serentak mematikan lampu 10 jam perhari terhitung mulai Jumat 15 Agustus 2014. Pemadaman ini akibat dipangkasnya pasokan BBM Industri oleh Pertamina.

Sales Reprisentative PT Pertamina (Persero) Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) Difa Fajruddin Said mengatakan, ini bukan kemauan Pertamina Sulutgo. Tetapi ketentuan Pertamina pusat, dan pemadaman yang akan terjadi tiga hari ke depan ini akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan, sepanjang PLN melunasi piutang ke Pertamina Pusat.

"Pemadaman ini bukan hanya terjadi di Kota Manado, atau Sulut pada umumnya, serta Gorontalo saja. Tapi ini akan berlaku di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke," ujarnya di Manado, pada Sindonews, Rabu (13/8/2014).

Total kebutuhan BBM PT PLN Sulutgo, kata dia, normalnya sebanyak 30.000 kiloliter (kl) per bulan. Mulai 10 Agustus 2014, sudah dimulai pemangkasan 50 persen, menjadi yang tersuplai saat ini hanya 15.000 kl.

Rincian suplai BBM di Sulut sebanyak 10.000 kl, dan sisanya 5.000 kl untuk Gorontalo. Secara nasional, semester I/2014, Pertamina rugi USD43 juta akibat menyalurkan BBM ke PLN tanpa ada kesepakatan kontrak baru.

"Tentu itu ironis mengingat PT PLN mencatat keuntungan Rp12 triliun pada 2014 ini. Lagipula, tidak ada undang-undang yang mewajibkan Pertamina memasok BBM ke PLN, karena ini murni bersifat bisnis," jelasnya.

Ditambahkan dia, kisruh berawal saat Pertamina akan menghentikan pasokan solar ke pembangkit-pembangkit listrik, jika PLN tak membayar harga solar sebesar 7,8 persen dari Mean of Plats Singapore (MOPS).

Sampai sekarang, PLN masih membayarnya dengan ketentuan harga solar 5 persen dari MOPS. Pembayaran BBM untuk periode Juli-Desember 2014, kesepakatannya adalah formula 109,5 pesen dari MOPS untuk BBM jenis High Speed Diesel (HSD), dan 111 persen dari MOPS untuk BBM jenis Marine Fuel Oil (MFO).

Pasokan solar ke pembangkit listrik PLN selama ini mayoritas berasal dari Pertamina. Kebutuhan BBM PLN pada tahun ini mencapai 7,1 juta kl, sedangkan yang dipasok oleh non-Pertamina tak sampai 1 juta kl.

"Jika titik terang perjanjian tidak ada kesepakatan, dan Pertamina menghentikan pasokan, Indonesia akan menjadi gelap. Tak hanya itu, batas toleransi Pertamina 50 persen ini hanya batas September," tuturnya.

Namun, untuk harga 2013 dan semester I/2014, masih menunggu persetujuan dari Direkorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan yang melakukan perundingan hari ini.

Meski demikian, masyarakat Sulut, dan Indonesia pada umumnya, tak perlu cemas mengenai pemadaman yang akan dilakukan oleh PLN. "Pasalnya, baru saja kami dapat info dari pusat, bahwa sudah ada deal harga antara Pertamina dan PLN. Jadi kita akan pasok normal kembali hari ini atau besok," ungkapnya.

Sementara itu, Humas PT PLN Wilayah Suluttenggo (Persero) Lefrand Maleke mengatakan, informasi mengenai sudah ada titik terang permasalahan antara PLN dan Pertamina dari Kementrian Keuangan.

"Hari ini memang sudah ada keputusan dari Direkorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Selanjutnya kami tinggal menunggu arahan atasan kami dari pusat," ujar Maleke, di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Sebelumnya, General Manajer PT PLN (Persero) wilayah Suluttenggo Santoso Januwarsono mengatakan, stok solar di PLN Suluttenggo hanya bertahan empat hari ke depan.

"Jadi bisa dibayangkan, pemadaman massal rata-rata 10 jam per hari akan terjadi," ujar Januwarsono, kepada wartawan, Selasa 12 Agustus 2014.

Ditambahkan dia, 80 persen sumber listrik di wilayah Suluttenggo, masih mengandalkan mesin disel yang berbasis pada kebutuhan solar. "Diharapakan, persoalan ini tuntas karena lagi diselesaikan di tingkat direksi Pertamina dan PLN di Jakarta. Ini masalah nasional yang kita harapkan secepatnya tuntas,’’ ungkapnya.
(san)
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
17 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
43 menit yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
4 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved