NU Minta Kewarganegaraan Pengikut ISIS Dicabut

Selasa, 12 Agustus 2014 - 19:59 WIB
NU Minta Kewarganegaraan...
NU Minta Kewarganegaraan Pengikut ISIS Dicabut
A A A
BLITAR - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera memberlakukan hukuman pencabutan kewarganegaraan kepada WNI yang terbukti terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

"Cabut aja kewarganegaraanya. Pemerintah harus berani melakukan hukuman itu," ungkap Wakil Ketua PBNU KH As'ad Said Ali kepada wartawan di sela hala bi halal PCNU Kabupaten Blitar di Pendopo Kabupaten Blitar Selasa (12/8).

Inggris, Australia dan Amerika sudah memberlakukan hukuman pencabutan sebagai warga negara. Siapapun warga yang terbukti terlibat dalam gerakan ISIS, secara kewarganegaraan yang bersangkutan akan kehilangan seluruh hak hak politiknya.

Menurut As'ad, tidak ada alasan Pemerintah Indonesia untuk tidak memberlakukan kebijakan yang sama. "Lebih demokrasi mana kita dengan Inggris? Kita harus berani tegas melakukan itu," pintanya.

Hukum di Indonesia, khususnya KUHP, kata As'ad begitu lemah. Bahkan mantan Wakil Badan Intelejen Negara (BIN) itu menyebutnya berkarakter banci.

Hukum tidak memiliki keberanian menjatuhkan sanksi tegas. Bagi As'ad, negara perlu mengadakan regulasi baru.

"Seperti yang pernah saya sampaikan di Undip tahun 2012, perlu adanya kriminalisasi bagi pelanggar ideologi. Kalau belum ada hukumnya, DPR hendaknya segera membuat," tegasnya.

Pada konteks penindakan tersebut, As'ad berharap kelompok "liberal" di Indonesia juga turut mendukung regulasi baru. Sebab selama ini mereka kerap bersikap menentang.

"Yang penting hukumnya tidak terlalu keras dan lunak. Tapi pas ditengah sesuai dengan ukuran demokrasi di Indonesia," paparnya.

Kendati demikian, lanjut As'ad, Indonesia masih dikategorikan aman dari ISIS. Apa yang terjadi di sejumlah daerah, menurutnya masih bersifat potensi.

"Walau begitu, adanya baiat dan aktifitas ISIS itu tidak bisa disebut wacana. Semua itu sudah termasuk action, "tuturnya.

Dalam kesempatan itu, As'ad juga melakukan tausiyah terbuka. Di depan Bupati Blitar Herry Noegroho, Ketua DPRD Guntur Wahono, dan Ketua PCNU Kabupaten Blitar Masdain Rifai, dia mengatakan tugasnya memberikan penjelasan kepada warga nahdliyin.

Dipaparkan secara terbuka bagaimana para pengikut ISIS berasal dari para pengikut mantan presiden Iraq Sadam Husein.

Mereka yang bergabung dengan tentara Syiria, Checnya dan Turki ini memiliki basis gerakan sebagai pemberontak. Secara ideologi mereka tidak memiliki kebangsaan.

"ISIS ini penyakit turunan. Seperti JI dan NII. Dan itu harus diobati. Mereka menyerang dan membunuhi bagi yang tidak sepaham, "terangnya.

Dalam tausiyahnya, As'ad menutup pencerahanya dengan mengajak menyuarakan yel yel bersama bahwa bagi NU, NKRI adalah harga mati. Pancasila harus tetap jaya di bumi Nusantara.

Sementara Bupati Blitar Herry Noegroho mengaku bersyukur hingga kini tidak ada gejala ISIS di Kabupaten Blitar. "Alhamdulillah sampai sekarang belum ada laporan soal ISIS di Kabupaten Blitar, "ujarnya singkat.
(ilo)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serangan Simpatisan...
Serangan Simpatisan ISIS Tewaskan Jenderal Nigeria
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
5 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
6 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
7 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
9 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
10 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
10 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved