Oknum Polisi Lakukan Pungli, Pimpinan Harus Bertanggung Jawab

Minggu, 10 Agustus 2014 - 16:29 WIB
Oknum Polisi Lakukan...
Oknum Polisi Lakukan Pungli, Pimpinan Harus Bertanggung Jawab
A A A
SEMARANG - Kasus pungli di Jembatan Comal yang dilakukan 10 oknum anggota polisi harus diusut tuntas. Tak hanya memeriksa oknum pelaku, Propam juga harus berani memeriksa pihak lain termasuk pimpinan 10 oknum polisi tersebut.

Hal itu ditegaskan Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Jateng Untung Budiarso, Minggu (10/8/2014). Menurut Untung, pimpinan juga harus ikut bertanggung jawab atas kasus ini. "Propam Polda harus mengusut tuntas aliran uang hasil pungli tersebut, siapa-siapa yang menerimanya termasuk memeriksa pimpinan," kata dia.

Pimpinan para oknum tersebut, lanjut dia, harus ikut bertanggung jawab terhadap kasus itu. Sebab, terjadinya praktik ini menjadi bukti pengawasan terhadap anggota lemah. "Kapolda harus ambil tindakan cepat untuk mengusut pungli di Jembatan Comal ini. Apalagi saat ini Polri sedang giat-giatnya melakukan upaya pemberantasan praktik korupsi," imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Koordinator Central Java Police Watch Aris Soenarto. Menurut Aris, tertangkapnya oknum polisi yang melakukan pungli tersebut membuktikan Polri telah gagal dalam reformasi sumber daya manusia. "Ini membuktikan Polri gagal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut Aris menambahkan, kasus itu harus diproses secara kode etik dan pidana. Sebab, aksi pungli itu bisa dikatakan juga pemerasan kepada para sopir. "Kalau hanya diproses secara disiplin saja, sanksinya sangat ringan. Melihat hal ini, harus diproses tegas kalau perlu dipecat," tegasnya.

Selain itu Aris juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berani melawan aparat yang nakal. Jika melihat gerak-gerik yang mencurigakan, pihaknya mendesak masyarakat untuk tidak segan melapor. "Kalau diam saja, ya repot. Berarti masyarakat membiarkan adanya kenakalan aparat. Keberanian masyarakat harus tumbuh," pungkasnya.

Pakar Transportasi Publik dari Universitas Katolik (Unika) Soegidjapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, terungkapnya praktik pungli di Comal harus menjadi titik awal untuk membongkar kasus-kasus itu. Sebab, dirinya menilai praktik semacam itu sudah sering dilakukan.

"Ini harus menjadi awal Polri untuk tegas dalam membongkar praktik pungli di jajarannya. Sebab masih banyak praktik semacam ini dilakukan oleh mereka di berbagai lokasi lainnya khususnya di Jawa Tengah ini," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 anggota polisi yang ditugaskan mengatur lalu lintas di Jembatan Comal, Pemalang saat arus mudik dan balik Lebaran 2014, ditangkap Tim Gabungan Propam dan Provost Polda Jateng pada Sabtu (9/8/2014) sekitar pukul 00.30 dini hari. Diduga, kesepuluh anggota tersebut melakukan pungutan liar (pungli) kepada sopir-sopir truk dengan muatan di atas 10 ton agar bisa melintas di jalur itu. Jumlah punglinya Rp100.000-Rp300.000.
(zik)
Berita Terkait
Polisi Usut Dugaan Pungli...
Polisi Usut Dugaan Pungli pada Kasus Keributan Satpam dan Warga di Kembangan
Pasca Kasus Pungli,...
Pasca Kasus Pungli, JICT Evaluasi Vendor MTI
Cerita Kompol Bambang...
Cerita Kompol Bambang Sri Tangani Preman Pungli Renovasi Ruko di Bekasi Selatan
300 Laporan Pungli Oknum...
300 Laporan Pungli Oknum Polisi Masuk ke Polda Metro Jaya
Warga Diduga Pungli...
Warga Diduga Pungli di Puncak Bogor, Polisi Langsung Cek Lokasi
Oknum Polisi Pungli...
Oknum Polisi Pungli Pengendara Motor di Medan Dihukum di Tempat Khusus
Berita Terkini
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
2 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
3 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
3 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved