Ini Saran dari Polisi Bila TKI Ingin Pulang ke Indonesia
Selasa, 05 Agustus 2014 - 14:26 WIB
Ini Saran dari Polisi Bila TKI Ingin Pulang ke Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya meminta kepada para TKI yang hendak pulang ke Indonesia sudah memiliki perencanaan setibanya di bandara.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, praktik pemerasan terhadap TKI yang baru tiba dari luar negeri lantaran kepulangan mereka tidak memiliki perencanaan.
"Sebelum pulang, ada baiknya para TKI itu melakukan perencanaan dengan minta penjemput oleh pihak keluarganya," ungkap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/8/2014). Dia menuturkan, karena tidak adanya penjemput, maka para TKI biasanya menumpangi taksi gelap.
Dan di taksi gelap inilah, para TKI biasanya menjadi korban pemerasan."Pelaku pemerasan itu bekerjasama dengan sopir taksi gelap. Para pelaku biasanya meminta uang asing yang dibawa TKI," paparnya.
Diketahui sebelumnya, KPK bersama Polri dan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UK4) melakukan inspeksi mendadak ke Bandara Soekarno Hatta, Jumat (25/7/2014) malam.
Dalam sidak itu terjaring 18 orang diduga sering melakukan kekerasan terhadap TKI, yaitu satu orang anggota TNI, dua orang anggota Polri dan 15 orang masyarakat sipil. Polisi mengimbau agar para TKI yang pernah mendapatkan kekerasan semacam ini untuk melaporkan kepada kepolisian. Namun, belum ada satupun laporan yang masuk.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, praktik pemerasan terhadap TKI yang baru tiba dari luar negeri lantaran kepulangan mereka tidak memiliki perencanaan.
"Sebelum pulang, ada baiknya para TKI itu melakukan perencanaan dengan minta penjemput oleh pihak keluarganya," ungkap Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/8/2014). Dia menuturkan, karena tidak adanya penjemput, maka para TKI biasanya menumpangi taksi gelap.
Dan di taksi gelap inilah, para TKI biasanya menjadi korban pemerasan."Pelaku pemerasan itu bekerjasama dengan sopir taksi gelap. Para pelaku biasanya meminta uang asing yang dibawa TKI," paparnya.
Diketahui sebelumnya, KPK bersama Polri dan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UK4) melakukan inspeksi mendadak ke Bandara Soekarno Hatta, Jumat (25/7/2014) malam.
Dalam sidak itu terjaring 18 orang diduga sering melakukan kekerasan terhadap TKI, yaitu satu orang anggota TNI, dua orang anggota Polri dan 15 orang masyarakat sipil. Polisi mengimbau agar para TKI yang pernah mendapatkan kekerasan semacam ini untuk melaporkan kepada kepolisian. Namun, belum ada satupun laporan yang masuk.
(whb)