Pemkot Jakarta Selatan Ancam Hentikan Pembangunan Pasar

Jum'at, 18 Juli 2014 - 21:40 WIB
Pemkot Jakarta Selatan...
Pemkot Jakarta Selatan Ancam Hentikan Pembangunan Pasar
A A A
JAKARTA -
Pemkot Jakarta Selatan mengancam menghentikan proses pembangunan pasar yang sedianya untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Ciledug.

Asisten Perekonomian Jakarta Selatan M Anwar mengatakan, PT ASS selaku pihak ketiga yang dipercaya membangun pasar tersebut dalam permohonannya kepada Pemkot Jaksel menyebutkan pasar sementara dibangun semi permanen dan hanya operasional dua tahun untuk menampung 612 pedagang binaannya yang sebelumnya berdagang di kawasan Shangrila, Pesanggrahan.

Sesuai aturan, seharusnya PT ASS juga diwajibkan menampung ratusan PKL yang berjualan di kolong jembatan layang Kebayoran Lama, Kelurahan Cipulir dan sekitarnya. "Saya sudah tugaskan Kabag Perekonomian untuk mengecek ke lapangan, jika pengelola melanggar aturan yang berlaku, pembangunan pasar sementara akan kami hentikan," tegasnya.

Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Menengah (KUMKM) dan Perdagangan Jakarta Selatan Nurjanah mengaku memang telah menandatangani dokumen verbalnya. Namun banyak unit yang terlibat juga belum menandatangani. "Kalau saya memang sudah tanda tangan verbalnya. Tapi seperti sudin jalan, perumahan, untuk PJU masih belum, dan kalau seperti ini dievaluasi dahulu pasti," katanya.

Pimpinan Proyek PT ASS Ika Saragih menjelaskan pembangunan pasar hanya semi permanen dan menyewa lahan selama dua tahun kepada pemilik lahan. Terkait hal ini, pihaknya merasa tidak perlu mengurus izin seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "IMB kan hanya untuk bangunan permanen dan milik sendiri, bukan sewa seperti kami ini," tegasnya.

Ika menolak menyebutkan biaya pembangunan pasar maupun asal pembiayaan tersebut. Rencananya diatas lahan 2 hektar ini, akan dibangun 426 kios dan 242 lapak. Dari pantauan dilapangan, pembangunan yang dilakukan menggunakan bahan dengan komposisi pembuatan kios permanen. Kios ukuran 2,5x2 meter tersebut dibangunan menggunakan batako. "Jika kami menggunakan triplek atau kayu akan mudah menimbulkan kebakaran, lantas siapa yang mau menanggungnya," tukasnya.
(whb)
Berita Terkait
PKL di Terminal Palakka...
PKL di Terminal Palakka Sampaikan Aspirasi Soal Penggusuran ke DPRD Bone
Tanggapan Sandiaga Uno...
Tanggapan Sandiaga Uno soal Penggusuran PKL di Destinasi Wisata Puncak Bogor
Aksi Korban Penggusuran...
Aksi Korban Penggusuran di Bandung
Aksi Unjuk Rasa Tolak...
Aksi Unjuk Rasa Tolak Penggusuran di Balaikota Jakarta
Syahar Bangunkan Rumah...
Syahar Bangunkan Rumah untuk Warga Sidrap yang Digusur
Pemprov DKI Tertibkan...
Pemprov DKI Tertibkan 25 Kios di Tebet Jaksel
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
8 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
11 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
12 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
12 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
13 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved