Ditipu via Telepon, 2 Warga Semarang Rugi Ratusan Juta

Senin, 14 Juli 2014 - 04:01 WIB
Ditipu via Telepon,...
Ditipu via Telepon, 2 Warga Semarang Rugi Ratusan Juta
A A A
SEMARANG - Jangan pernah percaya dengan kabar dari seseorang yang tidak kita kenal, apalagi kabar itu disampaikan melalui telepon. Sebab tak jarang, kabar tersebut merupakan kabar palsu dan modus operandi pelaku penipuan.

Kemarin, dua orang menjadi korban penipuan dengan modus tersebut. Akibatnya, kedua orang tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kejadian pertama menimpa Sri Endah Sulistyowati (60), warga Jalan Karangrejo Tengah IX/44 RT 1/2 Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang. Dirinya ditelepon orang tak dikenal pada Jumat (11/7/2014) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pembicaraan di telepon tersebut, Sri dikabari suaminya baru saja menabrak pengendara lain hingga meninggal dunia.

"Saya dikabari kalau suami habis kecelakaan yang menyebabkan satu tewas dan satu kritis. Mendapat kabar itu saya langsung shock dan tidak bisa berpikir jernih," ujarnya saat melaporkan kejadian itu kepada polisi, kemarin.

Setelah mengabarkan hal itu, pria dalam telepon meminta agar Sri menyelesaikan masalah itu secara damai. Sri diminta mengirimkan sejumlah uang kepada penelpon. "Dia meminta sejumlah uang, karena tidak punya uang sebanyak yang diminta, saya hanya bawa uang tunai Rp15 juta dan emas seberat 1 kg milik saya senilai Rp520 juta," imbuhnya.

Uang dan emas tersebut, lanjut dia, diberikan langsung kepada seorang laki-laki di sebelah dekat hotel daerah Sisingamangaraja, Gajahmungkur, Kota Semarang. Saat itu, laki-laki tersebut mengaku keluarga korban dan yang bertanggung jawab mengurus kejadian itu. "Saya berikan sama dia. Dia mengaku utusan keluarga korban," ujarnya.

Setelah kejadian itu, Sri pulang ke rumah dengan perasaan lega. Dia lalu menghubungi suaminya dan menanyakan kondisi sang suami. Namun, betapa terkejutnya Sri saat mengetahui suaminya dalam keadaan sehat. Tidak hanya itu, suami Sri juga mengaku tidak pernah terlibat kecelakaan. "Mendapati hal itu saya jadi lemas, saya baru sadar kalau menjadi korban penipuan," pungkasnya.

Kejadian serupa menimpa Danur Pancoro Adi (26), warga Tegal Rejo RT 3/3 Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan. Danur mengalami kerugian Rp10 juta karena tertipu dua pelaku yang mengaku bernama Alex dan Eko Rikwanto.

Saat itu, Danur ditelepon nomor asing yang mengaku bernama Alex dan menawarkan barang lelang berupa mobil, sepeda motor dan smartphone yang diadakan Bea Cukai di Polda Jateng. "Dia mengaku Alex teman saya, jadi saya percaya. Kemudian saya tertarik membeli sepeda motor yang ditawarkannya itu," ujarnya.

Setelah itu, Alex meminta Danur untuk menghubungi Eko. Dan, dari Eko, Danur diminta mentransfer uang sebesar Rp20 juta sebagai tanda jadi pembelian. Karena belum memiliki uang sebanyak itu, Danur hanya mampu mengirimkan uang sejumlah Rp10 juta.

Namun, setelah mentransfer uang, Danur merasakan ada kejanggalan. Benar saja, saat dirinya menelpon Alex yang merupakan teman aslinya, terungkap bahwa Alex yang menelepon dan meminta uang bukanlah Alex temannya itu. "Ternyata dia bukan Alex teman saya, saya ditipu oleh dia," sesalnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto saat dikonfirmasi mengatakan, kasus penipuan itu saat ini sudah ditangani. Pihaknya akan menerjunkan tim untuk melacak identitas para pelaku. "Sudah kami tangani, tim juga akan kami terjunkan untuk melacak keberadaan pelaku," ujarnya.

Lebih lanjut Wika menambahkan, modus yang dilakukan pelaku itu sebenarnya bukanlah modus baru. Sebab, selama ini sudah banyak korban berjatuhan akibat ulah para pelaku. "Sudah banyak korbannya, itu modus lama. Kami harap masyarakat lebih hati-hati dan waspada, jangan mudah percaya dengan kabar apa pun dari telepon. Pastikan dulu kebenarannya. Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan kepada polisi," tegasnya.
(zik)
Berita Terkait
AI Suara Dikenalkan...
AI Suara Dikenalkan untuk Gagalkan Penipuan lewat Telepon
Era Mama Minta Pulsa...
Era Mama Minta Pulsa Tamat! Registrasi Kartu Kini Wajib Pindai Wajah
Aksi Penipuan Merajalela,...
Aksi Penipuan Merajalela, 2 Juta Nomor Ponsel Diblokir
Ngaku Punya Tuyul untuk...
Ngaku Punya Tuyul untuk Gandakan Uang, Suami Istri Ini Berhasil Tipu Warga
Waspada! Penipuan Modus...
Waspada! Penipuan Modus Telepon Kecelakaan Marak di Surabaya
Tuyul Curi Uang Gemparkan...
Tuyul Curi Uang Gemparkan Warga Sukarame Bandar Lampung
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
1 jam yang lalu
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
2 jam yang lalu
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
2 jam yang lalu
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
3 jam yang lalu
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
4 jam yang lalu
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved