Mahasiswa Kecam Vandalisme di Kantor TV One Yogyakarta

Jum'at, 04 Juli 2014 - 20:23 WIB
Mahasiswa Kecam Vandalisme...
Mahasiswa Kecam Vandalisme di Kantor TV One Yogyakarta
A A A
YOGYAKARTA - Aksi vandalisme massa PDI Perjuangan yang mencoret-coret kantor Biro TV One Yogyakarta mendapat kecaman dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Demokrasi Yogyakarta (KMPDY).

Dalam aksinya, mahasiswa menilai, tindakan pendukung capres-cawapres Jokowi-JK itu sudah menodai nilai-nilai demokrasi. Terlebih, media massa ada aturan main, seperti dalam UU No40 tahun 1999 tentang Pers.

"Kami mengecam dan menyayangkan sikap massa pendukung Jokowi yang melakukan aksi vandalisme di TV One Yogyakarta," kata Tommy Safarsyah, di Tugu Yogyakarta, Jumat (4/7/2014).

Yogyakarta dipandang sebagai wilayah yang 'nyaman' telah tercoreng oleh tindakan tersebut. Kelompok pelaku-pelaku vandalisme itu tidak dewasa dalam menanggapi isu atau wacana dari lawan politik.

Mahasiswa berharap, media massa tidak berpolitik praktis, serta ikut membuat negative campaign (kampanye negatif) dalam menyampaikan informasi atau pemberitaan. Meski diakuinya, media massa ada yang mendukung capres-cawapres tertentu.

"Tidak perlu kita sebut, tapi biarlah publik yang menilai," imbuhnya.

Jika berita tidak berimbang dan menyudutkan salah satu pasangan capres, publik bisa menilai. Sehingga, tidak perlu melakukan pengerahan massa yang bisa mengakibatkan ketidaknyamanan. "Pers seharusnya objektif dan netral dalam menyampaikan informasi," katanya.

Dia mengakui, adanya kampanye hitam, kampanye negatif, bahkan aksi kekerasan di Yogyakarta, sudah jauh menyimpang dari nilai-nilai demokrasi. Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar, tapi tidak perlu ditindaklanjuti dengan 'premanisme'.

"Kami mendorong Bawaslu dan kepolisian untuk menindak tegas pelaku-pelaku premanisme. Dulu ada bentrok saat kampanye, kemarin aksi vandalisme, itu semua harus diselesaikan, jangan dibiarkan," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Sambut Hari Kebebasan...
Sambut Hari Kebebasan Pers Dunia, Sekjen PBB Kutuk Meningkatnya Ancaman pada Jurnalis
Kritik Pengesahan UU...
Kritik Pengesahan UU KUHP, Dewan Pers: Demokrasi Sedang Terancam
LBH Pers Sebut RKUHP...
LBH Pers Sebut RKUHP Ancam Kerja Jurnalistik
Kritisi KUHP, Yadi Hendriana:...
Kritisi KUHP, Yadi Hendriana: Wartawan Harus Berperan Aktif Jaga Kemerdekaan Pers
Dewan Pers Harapkan...
Dewan Pers Harapkan Presiden Terpilih Jaga Kebebasan Pers
Dewan Pers Sebut Upaya...
Dewan Pers Sebut Upaya Gembosi Kemerdekaan Pers Berlangsung sejak 17 Tahun Silam
Berita Terkini
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
47 menit yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
1 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
3 jam yang lalu
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
3 jam yang lalu
Pria Tewas di Kamar...
Pria Tewas di Kamar Hotel Mewah Kuningan Jaksel, Ada Luka Tembak
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved