Hampir 50% Satwa Titipan BKSDA Mati di TSTJ

Senin, 30 Juni 2014 - 18:33 WIB
Hampir 50% Satwa Titipan...
Hampir 50% Satwa Titipan BKSDA Mati di TSTJ
A A A
SOLO - Sebanyak 14 satwa dari berbagai jenis dan berbagai ras titipan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, mati di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Penyebab matinya satwa itu beragam, mulai dari sakit hingga mendapatkan perlakuan kurang layak dari pengelola.

Kepala Satuan Kerja Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Johan Setiawan mengatakan, sejak Triwulan Keempat 2012 hingga saat ini, BKSDA telah menitipkan sekitar 30 satwa di Taman Jurug. Akan tetapi satwa yang dititipkan itu tidak bertambah, justru semakin menyusut karena mati satu per satu dengan berbagai alasan.

Menurut Johan, satwa titipan yang mati itu di antaranya adalah elang, burung merak, rangkong, ular phyton, dan rusa. Selain itu, tiga satwa yang mati beberapa bulan terakhir yakni onta, sepasang orangutan, dan singa afrika. "Beragam alasannya, ada yang sakit parah, ada juga yang mati karena alasan lain seperti kecelakaan," ucap Johan, Senin (30/6/2014).

Ia mengatakan, dari penelusuran yang dilakukan, sebenarnya tidak ada unsur kelalaian yang dilakukan oleh pihak pengelola. Hanya saja kandang yang dipakai untuk satwa-satwa itu kurang representatif dan ada juga yang sangat tidak layak. Sehingga, hal itu yang memicu satwa-satwa titipan itu menjadi mati satu per satu.

Johan menambahkan, untuk jenis satwa tertentu diperlukan kandang yang besar. Tetapi, tidak semua lembaga konservasi memiliki kandang seperti itu. "Sebenarnya kalau kandangnya layak, pastinya kematian satwa secara mendadak itu tidak akan terjadi karena satwa bisa bergerak bebas dengan leluasa," ucapnya.

Guna mengantisipasi kematian satwa titipan BKSDA di Taman Satwa Taru Jurug itu, pihaknya mengaku bakal mengevakuasi tiga orangutan jantan ke lokasi konservasi lain. Menurutnya, ada tiga lembaga konservasi yang saat ini dilirik oleh BKSDA untuk dititipi satwa dilindungi itu, di antaranya Lembaga Konservasi Wonogiri, Sidomuncul, serta Kebun Binatang Mangkang.

Terpisah, Direktur Operasional TSTJ Windu Winarso tidak memungkiri apa yang dikatakan BKSDA. Menurutnya, banyak kandang yang rusak dan tidak layak di kawasan itu. Akan tetapi, untuk memperbaikinya diperlukan dana yang tidak sedikit, sedangkan investor pihak ketiga belum ada yang menyatakan keseriusannya masuk ke TSTJ. "Kita akan memperbaiki itu secara bertahap sesuai dengan kemampuan kita," tegasnya.
(zik)
Berita Terkait
Senangnya Melihat Kebun...
Senangnya Melihat Kebun Binatang Surabaya Bisa Kembali Dibuka
Akun IG Kebun Binatang...
Akun IG Kebun Binatang Bandung Dibajak, Pengelola Khawatir Dipakai Himpun Bantuan
Kebun Binatang Surabaya...
Kebun Binatang Surabaya Tetap Jadi Tempat Favorit Liburan Tahun Baru
Tidak Mudik Lebaran,...
Tidak Mudik Lebaran, Warga Sidoarjo Ini Ajak Anaknya Mengenal Satwa KBS
Kesulitan Pakan, Satwa...
Kesulitan Pakan, Satwa Kebun Binatang Bandung Dapat Sumbangan Warga
Enam Telur Komodo Menetas...
Enam Telur Komodo Menetas di Kebun Binatang Florida
Berita Terkini
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
2 jam yang lalu
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
8 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
10 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
13 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
15 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved