Serangan Kupu-kupu Resahkan Warga Batam

Senin, 30 Juni 2014 - 13:45 WIB
Serangan Kupu-kupu Resahkan...
Serangan Kupu-kupu Resahkan Warga Batam
A A A
BATAM - Warga Kota Batam mulai resah dengan keberadaan kupu-kupu dengan warna cokelat dan corak putih di bagian sayapnya beberapa hari belakangan. Kupu-kupu ini menyebar di sejumlah rumah warga dan juga perkantoran.

Anne, salah seorang warga Batam Centre mengaku, kupu-kupu berukuran cukup besar tersebut masuk ke kamar kosnya sejak tiga hari yang lalu.

Karena takut, Anne mencoba mengusir kupu-kupu tersebut. Namun, kupu-kupu tersebut tidak hanya ditemui di kamar kosnya, namun juga di kantor tempatnya bekerja.

"Bentuknya sama dan jumlahnya banyak sekali. Jadi takut juga," kata Anne, Senin (30/6/2014).

Tidak hanya Anne, Ida warga setempat juga mengalami hal yang sama. Awalnya kupu-kupu tersebut berada di teras rumahnya.

Keesokan harinya kupu-kupu tersebut berpindah ke ruang tamu dan terakhir kali berada di kamar mandi.

Keberadaan kupu-kupu ini membuat Ida dan anak-anaknya takut. Terlebih saat Ida mendapati broadcast dari temannya tentang kupu-kupu tersebut yang ternyata cukup berbahaya.

"Awalnya saya pikir kupu-kupu biasa. Makanya saya biarin aja. Tapi setelah dapat broadcast dari teman, saya jadi semakin takut dan langsung membunuh kupu-kupu itu," kata Ida.

Berdasarkan broadcast yang berisi informasi tentang kupu-kupu tersebut, disebutkan, kupu-kupu tersebut berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit bahkan menggigit.

Gigitan kupu-kupu ini dapat menyebabkan bengkak dan rasa gatal. Bahkan, bulu-bulu yang terdapat di bagian sayapnya dapat mengakibatkan sesak nafas bagi orang yang berada di sekitarnya.

Sementara itu Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam Sri Rukiatih, mengatakan, keberadaan kupu-kupu tersebut merupakan fenomen alam karena perubahan ekosistem.

Kupu-kupu ini mencari ekosistem baru di sekitaran wilayah Batam, Singapura, Malaysia hingga Jambi. Namun, fenomena ini tidak akan berlangsung lama.

"Ini hanya akan terjadi selama dua minggu saja dan mereka tidak akan menetap. Dan hingga saat ini belum ada laporan adanya warga yang sakit akibat kupu-kupu ini. Masyarakat Batam tidak perlu cemas dan takut," katanya.
(sms)
Berita Terkait
Ketika 10 Binatang Liar...
Ketika 10 Binatang Liar Menginvasi Arena Olahraga
Gajah Liar Mengamuk...
Gajah Liar Mengamuk di Areal Kebun Sawit 1 Warga Tewas Diserang dengan Usus Terburai
Hewan yang Suka Menyendiri...
Hewan yang Suka Menyendiri namun Sadis dalam Berburu Mangsa
Banyumas Gempar, Ada...
Banyumas Gempar, Ada Jejak Harimau Memasuki Perkampungan
Heroik! Seorang Ibu...
Heroik! Seorang Ibu Bertaruh Nyawa Selamatkan Bayinya dari Harimau
Teror Kalajengking di...
Teror Kalajengking di Kota Mesir, 3 Tewas dan 450 Luka
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
25 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
2 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
4 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
4 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved