Dehumanisasi, Penyebab Maraknya Pembunuhan Sekeluarga

Jum'at, 27 Juni 2014 - 17:05 WIB
Dehumanisasi, Penyebab...
Dehumanisasi, Penyebab Maraknya Pembunuhan Sekeluarga
A A A
BANDUNG - Kasus pembunuhan dengan korban masih satu ikatan keluarga akhir-akhir ini marak terjadi. Di Kabupaten Bandung misalnya, korban pembunuhan adalah kakak-adik dan pembantu. Di Kota Bandung, suami-istri dibunuh dan dibuang di Banten.

Kasus terakhir yang masih hangat terjadi adalah tewasnya kakak-beradik anak anggota TNI di rumahnya di Jalan Gudang Utara, Kota Bandung. Tak hanya itu, sang pembantu juga ditemukan tewas. Ada fenomena apa di balik pembunuhan dengan korban masih satu keluarga?

Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yesmil Anwar mengatakan, kejahatan yang terjadi saat ini tidak hanya di luar rumah. Peristiwa itu bisa saja terjadi di rumah dan banyak contoh kasusnya. "Sekarang kejahatan di Indonesia itu bermula dari dalam rumah. Contohnya bukan hanya pembunuhan, paedofilia juga dilakukan di dalam rumah, kekerasan dalam rumah tangga juga dilakukan di dalam rumah," kata Yesmil, Jumat (27/6/2014).

Pelaku kejahatan pun bukan hanya orang lain. Kini, pelaku kejahatan, termasuk pembunuhan, malah bisa saja pihak keluarga atau orang dekat. Secara umum, ia menilai terjadi dehumanisasi sehingga kasus pembunuhan dalam keluarga marak terjadi. "Sekarang ini memang terjadi yang disebut dengan dehumanisasi. Jadi ada penurunan nilai-nilai kemanusiaan dalam keluarga," ungkapnya.

Orang dalam satu keluarga, menurutnya, tidak lagi berkomunikasi dengan baik dan efektif. Tak hanya keluarga, kadang komunikasi dengan pembantu atau orang dekat lainnya juga kurang berjalan baik. Akibatnya, kasus pembunuhan terus terjadi di berbagai wilayah. Permasalahan yang ada tidak dituntaskan dengan baik sebelum membesar dan berakibat pembunuhan.

"Bahkan, menurut hemat saya, pembantu rumah tangga seringkali terlibat dalam hal itu (kasus pembunuhan), entah dia sebagai pelaku atau korban," jelas Yesmil.

Soal motif pembunuhan, ia menilai ada beberapa garis besar yang melatarbelakanginya. Ketiga motif itu adalah uang, balas dendam, serta bisnis dan kekuasaan.

Karena saat ini terjadi dehumanisasi, Yesmil mengimbau pada setiap keluarga, terutama yang kedua orangtuanya bekerja, untuk menjaga komunikasi dengan baik. Sehingga masalah sekecil apa pun bisa dikomunikasikan dan diselesaikan secepatnya. "Keluarga sekarang banyak yang ibu-bapaknya bekerja, anak-anaknya ditingal di rumah. Menurut hemat saya, yang penting adalah adanya komunikasi di keluarga itu sendiri," imbaunya.

Peran terpenting selanjutnya adalah pihak RT dan RW setempat untuk memantau aktivitas warganya dari hal-hal mencurigakan. Berikutnya adalah peran pemerintah membuat program untuk menekan dehumanisasi. "Pemerintah juga harus mencanangkan program untuk tidak berorientasi pada materi saja, tapi harus juga berorientasi pada kesalehan sosial," tandas Yesmil.
(zik)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
6 jam yang lalu
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
6 jam yang lalu
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
6 jam yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
8 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
8 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
9 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved