Ahok: Siswa Mau Jadi Jagoan, Keluarkan Saja
Senin, 23 Juni 2014 - 11:50 WIB
Ahok: Siswa Mau Jadi Jagoan, Keluarkan Saja
A
A
A
JAKARTA - Menanggapi kematian siswa SMA 3 Setiabudi, Jaksel, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, siswa yang merasa ingin jadi jagoan lebih baik dikeluarkan saja dari sekolah.
"Saya udah pesan berapa kali, banyak DKI yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi sementara ada anak yang mampu, yang seperti gaya preman menyiksa orang, pengecuti lagi," ujar Ahok di Balai Kota, Senin (23/6/2014).
Ia menegaskan, kalau memang kejadiannya korban dianiaya, itu merupakan tindakan yang pengecut.
Menurut Ahok jika memang bukti menyatakan bersalah ada pada siswa yang menyakiti. Maka Ahok mempersilahkan untuk mengeluarkan oknum siswa tersebut.
"Nah kalau Anda mau jadi jagoan, tolong dikeluarkan saja dari negeri. Kita tidak mau pakai APBD rakyat, uang rakyat untuk bayar calon-calon pemimpin yang seperti ini. Itu saya katakan bisa bilang calon bajingan itu," tukasnya.
Namun, semua itu Ahok masih melihat dari proses kepolisian dan dari Dinas dalam hal ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
"Saya belum tahu hasilnya. Saya mau lihat dulu (hasil) dari kepolisian termasuk dari dinas baru kita putuskan. Kalau memang terbukti penganiayaan maka harus ada sanksi kepada Kepala Sekolah, guru yang mendampingi, termasuk murid yang menyiksa juga," ujarnya.
"Saya udah pesan berapa kali, banyak DKI yang putus sekolah karena tidak mampu. Tapi sementara ada anak yang mampu, yang seperti gaya preman menyiksa orang, pengecuti lagi," ujar Ahok di Balai Kota, Senin (23/6/2014).
Ia menegaskan, kalau memang kejadiannya korban dianiaya, itu merupakan tindakan yang pengecut.
Menurut Ahok jika memang bukti menyatakan bersalah ada pada siswa yang menyakiti. Maka Ahok mempersilahkan untuk mengeluarkan oknum siswa tersebut.
"Nah kalau Anda mau jadi jagoan, tolong dikeluarkan saja dari negeri. Kita tidak mau pakai APBD rakyat, uang rakyat untuk bayar calon-calon pemimpin yang seperti ini. Itu saya katakan bisa bilang calon bajingan itu," tukasnya.
Namun, semua itu Ahok masih melihat dari proses kepolisian dan dari Dinas dalam hal ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
"Saya belum tahu hasilnya. Saya mau lihat dulu (hasil) dari kepolisian termasuk dari dinas baru kita putuskan. Kalau memang terbukti penganiayaan maka harus ada sanksi kepada Kepala Sekolah, guru yang mendampingi, termasuk murid yang menyiksa juga," ujarnya.
(ysw)