Tentara Obrak-Abrik Tenda Petani Rembang

Selasa, 17 Juni 2014 - 13:44 WIB
Tentara Obrak-Abrik...
Tentara Obrak-Abrik Tenda Petani Rembang
A A A
JAKARTA - Bentrok warga yang terdiri dari ibu-ibu dan petani Rembang dengan tentara dan polisi tidak menyurutkan aksi menolak pendirian tambang Karst dan pabrik semen PT Semen Indonesia.

Para ibu-ibu dan petani bertahan di lokasi tambang dengan mendirikan tenda dan menginap. Namun pada malam harinya, tenda mereka diobrak-abrik tentara dan polisi yang menjaga lokasi tambang dan terlibat bentrok dengan mereka kemarin siang.

Tidak hanya itu, para tentara dan polisi itu juga merampas sumber penerangan warga di tenda, serta makanan yang dibawa para ibu-ibu dan petani untuk bertahan hidup selama menginap.

"Tenda warga Rembang diobrak-abrik oleh aparat kepolisian dan Koramil Bulumantingan. Dengan alasan instruksi kapolres, warga yang didominasi oleh ibu-ibu ini, dilarang menggunakan penerangan. Suplai makanan pun terhenti," kata Dewan Nasional KPA Jawa Tengah Lukito, saat dihubungi Sindonews, Selasa (17/6/2014).

Menghadapi tindakan keras aparat itu, para ibu-ibu hanya bisa berdoa. Mereka memohon kepada Tuhan agar diselamatkan dari bahaya yang mengancam, dan berharap perjuangan mereka mengusir pendirian tambang berhasil.

Hingga kini, warga Rembang dan petani masih bertahan di lokasi tambang, menolak pendirian tambang Karst dan pabrik semen PT Semen Indonesia. Aksi warga Rembang ini membuat simpati para petani di daerah lain.

"Saat ini, petani dan ibu-ibu yang menolak lokasi tambang mendapat bantuan dari warga Blora, Pati, dan Kudus. Mereka sudah merapat ke arah lokasi tambang, memberikan dukungan kepada teman-teman mereka di Rembang," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terlibat bentrok dengan tentara. Empat petani diciduk dalam bentrok itu. Satu petani dilempar ke dalam jurang.
(san)
Berita Terkait
Dianggap Merugikan,...
Dianggap Merugikan, Petani Siap Demo Penolakan RPP Kesehatan
Demo di Dompu NTB Ricuh,...
Demo di Dompu NTB Ricuh, Petani Jagung Minta Ditembak Polisi
Ratusan Petani Rempah...
Ratusan Petani Rempah di Halmahera Selatan Demo Tolak Izin Perusahaan Tambang Emas
Demo Petani Spanyol...
Demo Petani Spanyol Memblokir Jalan Raya antar Negara Uni Eropa
10 Bulan Puluhan Ribu...
10 Bulan Puluhan Ribu Petani India Kemah di Jalan Protes UU Pertanian
Unjuk Rasa Petani, Massa...
Unjuk Rasa Petani, Massa Tuntut Revisi Aturan Tentang Agraria
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
28 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
40 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
56 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved