Lawan PSK Dolly, Risma Kirim Surat ke Komnas HAM

Senin, 09 Juni 2014 - 18:39 WIB
Lawan PSK Dolly, Risma...
Lawan PSK Dolly, Risma Kirim Surat ke Komnas HAM
A A A
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, penutupan lokalisasi guna melindungi masa depan anak-anak yang hidup di lingkungan prostitusi tersebut.

Orang nomor satu di Surabaya itu juga mengklaim mendapat kiriman surat dari anak-anak di Dolly. Surat itu berisi dukungan dan ucapan terima kasih atas penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu.

Risma, panggilan Tri Rismaharini mengaku, aksi-aksi penolakan yang dilakukan warga Kelurahan Putat Jaya (tempat beroperasi Dolly), mucikari dan pekerja seks komersial (PSK), tak menyurutkan semangatnya untuk menutup lokalisasi itu.

Jika PSK setempat sebelumnya mengirim surat keluhan atas penutupan lokalisasi ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pihaknya juga akan melakukan hal serupa.

Bedanya, surat yang akan dikirim adalah surat ucapan terima kasih dari anak-anak Dolly atas penutupan lokalisasi ini.

"Nggak apa-apa mereka (PSK) aksi tulisan. Saya juga punya hak untuk anak-anak disana yang kirim surat ke aku. Banyak anak-anak kirim surat. Mereka bilang terimakasih sekarang. Nanti surat anak-anak itu tak teruskan ke Komnas HAM," ungkap Risma, Senin (9/6/2014).

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengatakan, anak-anak yang hidup di lokalisasi punya hak untuk meraih cita-cita tanpa terpengaruh dengan lingkungan prostitusi.

Risma menganggap lingkungan prostitusi buruk bagi perkembangan anak-anak. Pihaknya sendiri menyatakan siap menutup Dolly.

"Insyallah kami sudah siap. Kalau ngomong soal Dolly, itu ada pelanggaran terhadap perda tata ruang, lalu ada traffiking serta UU perdagangan orang. Kami ingin menghapus itu aja. Tidak ada sesuatu yang luar biasa. Ini perda yang ngomong gitu. Disisi lain, ada intimidasi terhadap warga yang setuju penutupan. Warga ada yang dipukul, ini kan tidak fair. Ada intimidasi, lalu seolah-olah warga menolak, padahal warga tidak menolak," katanya.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved