Sepanjang 251 Kilometer Jalan di Sidoarjo Rusak

Kamis, 05 Juni 2014 - 19:04 WIB
Sepanjang 251 Kilometer...
Sepanjang 251 Kilometer Jalan di Sidoarjo Rusak
A A A
SIDOARJO - Dari sepanjang 965,4 kilometer (km) jalan yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo ternyata sepanjang 252,1 km kondisinya rusak.

Salah satu penyebab rusaknya jalan tersebut adalah kendaraan yang lewat berat muatannya diambang batas.

Selama ini sulit untuk mencegah kendaraan bertonase berat agar tidak melintas di jalan kabupaten. Apalagi, Sidoarjo merupakan kota industri yang tersebar di hampir seluruh wilayah yang membuat lalulintas kendaraan besar cukup padat.

Kepala Dinas PU Bina Marga Sidoarjo Sigit Setiawan mengakui jika salah satu penyebab rusaknya jalan di Sidoarjo karena dilalui kendaraan bertonase diambang batas.

Kendaraan yang harusnya hanya boleh lewat di jalan nasional atau provinsi tetap lewat jalan kabupaten.

Sedangkan jalan kabupaten konstruksi jalan yang belum memadai untuk kendaraan berat. Hal tersebut yang mengakibatkan ketahanan jalan untuk menampung volume kendaraan menjadi melemah dan gampang rusak serta berlubang.

Dinas PU Bina Marga sebenarnya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan kendaraan bertonase berat yang melintas.

"Kenyataannya, hingga saat ini banyak kendaraan bertonase berat yang melanggar,” kata Sigit Setiawan, Kamis (5/6/2014).

Kendaraan bertonase berat banyak melintas di kawasan perindustrian di Sidoarjo. Seperti di kawasan industri Brebek, Brigjen Katamso, Waru dan sejumlah wilayah lainnya.

Padahal, jalan yang menuju kawasan industri itu tidak cukup lebar dan konstruksinya kurang memadai untuk kendaraan bertonase berat.

Ketika ditanya berapa maksimal tonase yang diperbolehkan untuk jalan kabupaten?, Sigit Setiawan menjelaskan, untuk jalan nasional boleh dilewati kendaraan dengan berat maksimal 10 ton per muatan sumbu.

Sedangkan untuk jalan provinsi maksimal boleh dilewati kendaraan seberat 8 ton per muatan sumbu.

"Kalau untuk jalan kabupaten boleh dilewati kendaraan dengan berat maksimal hanya 6 ton per muatan sumbu," tandas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan tersebut.

Selain tonase diambang batas, yang menjadi penyebab kerusakan jalan adalah drainase yang buruk sehingga menyebabkan banjir. Termasuk pihaknya belum bisa segera memperbaiki jalan rusak karena terkendala proses lelang.

Untuk mengurangi kerusakan jalan, Dinas PU Bina Marga berencana membangun sejumlah ruas jalan untuk memecah arus lalu lintas.

Dengan demikian, kendaraan tidak hanya melintas di tempat yang sama. Kendaraa juga bisa terpecah menggunakan ruas jalan lain.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo H Nur Achmad Syaifuddin mengatakan pihaknya sudah mengusulkan agar dinas terkait segera memperbaiki jalan yang rusak agar tidak semakin parah.

Salah satu caranya dengan menyediakan anggaran swakelola, sehingga ketika ada jalan rusak langsung diperbaiki.

Jika perbaikan menunggu proses lelang cukup lama, jalan yang awalnya rusak ringan keburu rusak berat.

"Dari dulu kita sudah mengusulkan agar penanganan jalan rusak langsung dilakukan. Agar itu bisa dikakukan segera, solusinya harus ada anggaran swakelola," tandas politisi PKB tersebut.
(sms)
Berita Terkait
Tak Kunjung Diperbaiki,...
Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Poros Antang Kian Memprihatinkan
Mirip Kubangan Kerbau,...
Mirip Kubangan Kerbau, Jalan Tani Raya Pringsewu Dikeluhkan Warga
Tak Kunjung Diperbaiki,...
Tak Kunjung Diperbaiki, Ruas Jalan Wajo-Bone Terancam Terputus
Curah Hujan Tinggi,...
Curah Hujan Tinggi, Jalan Pematangsiantar Menuju Tapanuli Terancam Amblas
Warga Keluhkan Jalan...
Warga Keluhkan Jalan Penghubung Dua Desa di Lutra yang Rusak Parah
Usai Digenangi Banjir,...
Usai Digenangi Banjir, Jalan Trans Provinsi di Wajo Rusak Parah
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
24 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
47 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
3 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved