Dewan Sebut Penutupan Dolly Tak Miliki Studi Kelayakan

Kamis, 29 Mei 2014 - 17:14 WIB
Dewan Sebut Penutupan...
Dewan Sebut Penutupan Dolly Tak Miliki Studi Kelayakan
A A A
SURABAYA - Perbedaan pandangan di kalangan anggota dewan terkait penutupan lokalisasi Dolly kian mengemuka. Jika Ketua DPRD Kota Surabaya, M Machmud dengan tegas mendukung penutupan, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Baktiono justru menolak penutupan.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak memilliki studi kelayakan atas penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Menurut Baktiono, Pemkot Surabaya telah gagal dalam menutup lokalisasi lain seperti Sememi dan Tambakasri. Buktinya, sampai sekarang tempat-tempat tersebut diduga masih terjadi praktik-praktik prostitusi. Di kedua eks lokalisasi tersebut juga masih banyak rumah-rumah karaoke.

“Penutupan Dolly dan juga lokalisasi-lokalisasi lainnya itu tidak ada studi kelayakannya. Kajian akademisnya juga tidak ada. Wali kota itu menutup sesuai selera saja tanpa memikirkan dampak pada warga sekitar yang menggantungkan hidupnya dari keberadaan lokalisasi,” katanya, Kamis (29/5/2014)

Anggota dewan dari Fraksi PDI-P ini meminta pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim maupun Kementrian Sosial (Kemensos) untuk berhati-hati dalam pencairan anggaran penutupan Dolly.

Pasalnya, jika penutupan Dolly ini gagal, maka penutupan lokalisasi-lokalisasi lainnya juga akan gagal. Pemkot beranggapan, jika Dolly sukses ditutup, maka penutupan lokalisasi lainnya juga akan mudah.

“Wali kota jangan bertindak seperti penguasa tunggal. Semua warga harus dilibatkan. Cobalah turun ke bawah ke lokalisasi Dolly. Datangi warga, apa yang mereka harapkan. Jangan pada saat mengambil penghargaan saja mau datang,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini mulai muncul spanduk dukungan atas rencana penutupan Dolly 19 Juni 2014 mendatang. Spanduk berisi dukungan terpasang di sejumlah jalan protokol Surabaya.

Ada beberapa titik jalan yang dipasangi spanduk tersebut. Di antaranya di jembatan penyeberangan di dekat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Taman Pelangi, SMK 3 Surabaya.

Spanduk ini juga terpasang di pagar frontage road setelah Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ramelan. Spanduk itu berbunyi Alhamdulillah Lokalisasi Dolly ditutup 19 Juni 2014 dan Mayoritas anak-anak yang tinggal di Dolly minta prostitusi ditutup. Dari keterangan yang tertulis di spanduk, tertulis Baz Nas Jatim - Alumni Remaja Masjid Al-Falah.

Menyikapi keberadaan spanduk penolakan ini, Koordinator Gerakan Rakyat Bersatu (GRB), salah satu elemen yang menolak penutupan Dolly, Saputro mengaku tidak mempersoalkan spanduk tersebut.

Dalam era keterbukaan berpendapat seperti sekarang ini, semua bebas untuk menyampaikan aspirasinya. Tapi pihaknya memastikan, tidak ada satupun dari warga Kelurahan Putat Jaya (tempat beroperasinya Dolly) yang mendukung penutupan.

Warga Putat Jaya sendiri sudah jauh-jauh memasang spanduk penolakan penutupan. Spanduk ini terpasanga disepanjang Jalan Jarak dan Gang Dolly. “Pihak-pihak yang mendukung penutupan, tidak akan berani masuk ke sini (Dolly). Saya yakin, yang memasang spanduk mendukung penutupan itu hanya orang-orang suruhan saja,” katanya.
(lns)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
1 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
1 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
2 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
10 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
10 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved