Warga Khawatir Virus HIV/AIDS Merajalela jika Dolly Ditutup
Senin, 26 Mei 2014 - 14:02 WIB
Warga Khawatir Virus HIV/AIDS Merajalela jika Dolly Ditutup
A
A
A
SURABAYA - Rencana penutupan lokalisasi Dolly oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dianggap warga sebagai kebijakan yang keliru. Jika alasan penutupan untuk meminimalisir penyebaran virus HIV/AIDS, justru dengan tidak adanya lokalisasi, virus mematikan itu akan semakin merajalela.
Linda, salah satu warga Putat Jaya (tempat Dolly beroperasi), mengatakan, langkah pemerintah untuk menutup lokalisasi Dolly sangat tidak tepat. Sebab, ketika tidak ada lokalisasi, kontrol dari pemerintah terhadap penyebaran virus tersebut juga tidak ada.
"Di Dolly, kami terus mendapat pengawasan dan kontrol dari dinas kesehatan. Tiap minggu ada dokter yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Nah, kalau Dolly ditutup, lalu kontrolnya bagaimana," katanya, Senin (26/5/2014)
Menurut Linda, keputusan menutup Dolly tidak akan menyejahterakan warga. Justru warga akan makin sengsara karena mereka akan kehilangan pekerjaan. Selama ini, tidak ada warga Putat Jaya yang merasa resah dengan keberadaan Dolly. Semua warga hidup berdampingan dengan damai. Sekolah, tempat ibadah, dan juga rumah karaoke bertetangga dengan aman. Selama ini juga tidak ada pertentangan antarwarga terkait keberadaan Dolly.
"Saya tetap tidak sepakat Dolly ditutup. Ini akan membuat warga makin sengsara. Cari pekerjaan itu sulit," terangnya.
Linda, salah satu warga Putat Jaya (tempat Dolly beroperasi), mengatakan, langkah pemerintah untuk menutup lokalisasi Dolly sangat tidak tepat. Sebab, ketika tidak ada lokalisasi, kontrol dari pemerintah terhadap penyebaran virus tersebut juga tidak ada.
"Di Dolly, kami terus mendapat pengawasan dan kontrol dari dinas kesehatan. Tiap minggu ada dokter yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Nah, kalau Dolly ditutup, lalu kontrolnya bagaimana," katanya, Senin (26/5/2014)
Menurut Linda, keputusan menutup Dolly tidak akan menyejahterakan warga. Justru warga akan makin sengsara karena mereka akan kehilangan pekerjaan. Selama ini, tidak ada warga Putat Jaya yang merasa resah dengan keberadaan Dolly. Semua warga hidup berdampingan dengan damai. Sekolah, tempat ibadah, dan juga rumah karaoke bertetangga dengan aman. Selama ini juga tidak ada pertentangan antarwarga terkait keberadaan Dolly.
"Saya tetap tidak sepakat Dolly ditutup. Ini akan membuat warga makin sengsara. Cari pekerjaan itu sulit," terangnya.
(zik)