Merapi Aktif Normal, Warga Tidak Ingin Kecolongan

Minggu, 25 Mei 2014 - 18:00 WIB
Merapi Aktif Normal,...
Merapi Aktif Normal, Warga Tidak Ingin Kecolongan
A A A
KLATEN - Masyarakat di lereng Merapi, Kabupaten Klaten, tetap meningkatkan kewaspadaan. Mereka tidak ingin terlena dengan menurunnya status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Aktif Normal.

Keterangan yang didapatkan dari warga di lereng Merapi Kecamatan Kemalang, menyebutkan kewaspadaan itu terus dilakukan oleh warga. Sebab, kondisi Merapi saat ini tidak bisa ditebak. Meskipun sudah berstatus aktif normal, Merapi masih membahayakan dan bisa memuntahkan material dari mulut gunung.

Salah seorang warga, Ngatino, mengatakan saat ini warga yang ada di lereng Merapi masih trauma. Menurutnya, trauma itu disebabkan banyaknya letusan kecil yang terjadi saat gunung teraktif di Indonesia itu dalam kondisi aktif normal. Letusan kecil itu, menurutnya, cukup berbahaya. Hal tersebut mengingat saat terjadinya letusan selalu disertai hujan abu dan kerikil di beberapa wilayah di lereng Merapi.

Tidak hanya itu, warga juga trauma dengan letusan Merapi tahun 2006. Ketika itu gunung itu meletus saat status gunung itu diturunkan oleh pihak yang berwenang. "Dahulu status diturunkan, namun ternyata gunung itu malah meletus dan menyebabkan korban jiwa dari relawan yang terbakar saat bersembunyi di dalam bunker," ucapnya, Minggu (25/5/2014).

Hal yang sama juga diungkapkan warga lain, Sudarto. Menurutnya, penurunan status gunung itu belum sepenuhnya membuat warga tenang. Dari pengalamannya, gunung itu belum bisa kembali normal sebelum meletus. Ia mengatakan, jika Gunung Merapi belum meletus, bisa dikatakan gunung belum mencapai fase puncak dan sewaktu-waktu masih mengancam warga.

"Dari pengalaman yang ada, gunung itu selalu naik statusnya, setelah meletus bisa dikatakan aktivitasnya sudah normal kembali," ucapnya.

Sementara itu, Camat Kemalang Bambang Haryoko membenarkan saat ini masyarakat masih dalam kondisi waspada. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berjaga-jaga di luar rumah saat malam hari. Para warga itu berjaga-jaga di luar rumah beserta para relawan yang ada di sekitar wilayah Kemalang. "Saat ini warga sudah mulai beraktivitas seperti biasa, namun banyak juga masyarakat yang masih berjaga-jaga," tegasnya.
(zik)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
35 menit yang lalu
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
7 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
9 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
11 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
14 jam yang lalu
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved