Ketika Mucikari Dolly Menuntut Keadilan

Kamis, 22 Mei 2014 - 12:30 WIB
Ketika Mucikari Dolly...
Ketika Mucikari Dolly Menuntut Keadilan
A A A
SURABAYA - Pertemuan antara Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana dengan sejumlah warga sekitar lokalisasi Dolly di Balai RW VI Kelurahan Putat Jaya, belum mencapai kesepakatan terkait besaran ganti rugi. Bahkan, para mucikari meminta asas keadilan terkait penutupan itu.

Salah seorang mucikari yang hadir dalam pertemuan itu mengaku akan melakukan sweeping sejumlah tempat di Surabaya yang diduga dijadikan tempat pelacuran terselubung. Menurutnya, saat ini di Surabaya bisnis esek-esek yang berada di ruko-ruko kian menjamur. Salah satunya berkedok panti pijat.

"Siapa yang membuat Perda ruko? Siapa yang buat Perda Dolly? Di Surabaya ini banyak ruko, banyak tempat-tempat berkedok bisnis hiburan yang sebenarnya dijadikan tempat lokalisasi, dan ruko itu menjamur di Surabaya. Prostitusi itu bukan hanya di Dolly, tapi kenapa hanya Dolly dan Jarak yang ditutup?" kata salah seorang mucikari dalam pertemuan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya itu, Rabu (21/5/2014) malam.

Ia juga mengancam, jika Pemkot Surabaya tidak berlaku adil maka para mucikari akan melakukan aksi sweeping sejumlah tempat saat penutupan Dolly pada tanggal 19 Juni mendatang. Sikap ini adalah menerapkan keadilan karena Perda yang dibuat oleh Pemkot itu berlaku untuk seluruh Surabaya tidak hanya di Dolly maupun Jarak saja. "Mari kita tutup sama-sama, itu baru keadilan bagi kami," tegasnya.

Selain menuntut keadilan, para mucikari ini juga menuntut jaminan hidup saat Dolly ditutup. Ia mengaku penghasilan menjadi mucikari sebesar Rp7 juta per bulan. Jika permintaan itu dikabulkan, tidak ada masalah Dolly ditutup.

"Kami mendapat penghasilan Rp7 juta per bulan. Maka kami minta ganti senilai itu per bulan plus jaminan hidup. Jadi total yang kami minta Rp15 juta per bulan," katanya.

Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengaku tidak bisa berbuat apa-apa dengan tuntutan warga tersebut. Dia menjelaskan, sejak awal sudah membantu menolak penutupan dengan pertimbangan nasib warga di sekitar lokalisasi. Bahkan, ia berjuang agar ada jaminan bagi warga sekitar lokalisasi Dolly ketika ditutup. Akhirnya, ada konsep yang ditawarkan ke Wali Kota Surabaya dan disetujui.

Ia menyakinkan kepada warga lokalisasi Dolly dan Jarak bahwa pesangon dan ganti rugi yang diberikan oleh Pemkot Surabaya jauh lebih besar dibanding dengan empat lokalisasi yang telah ditutup sebelumnya oleh Pemkot yakni di Tambak Asri, Bangun Rejo, Sememi, dan Klakah Rejo.

"Kalau kita sepakat tidak ngomong di luar Dolly dan Jarak. Tugas saya membela njenengan dan Ibu Wali sepakat. Konsepnya seperti ini, tapi tolong dibuktikan. Hasil pertemuan ini saya akan menyampaikan aspirasi njenengan." katanya.

Hingga pertemuan bubar, belum ada kepakatan yang cocok antara Wakil Wali Kota Surabaya dengan penghumi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu. Sementara, pihak Pemkot tidak akan mengubah jadwal penutupan Dolly. Artinya, Dolly ditutup pada 10 hari sebelum bulan Ramadan atau pada 19 Juni 2014.
(zik)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
1 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
2 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
8 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
9 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
9 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
9 jam yang lalu
Infografis
Perbedaan Marc Marquez...
Perbedaan Marc Marquez dan Valentino Rossi ketika Gabung Ducati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved