Warga Boyolali Ingin Stasiun Telawa dioperasikan

Selasa, 20 Mei 2014 - 15:37 WIB
Warga Boyolali Ingin...
Warga Boyolali Ingin Stasiun Telawa dioperasikan
A A A
BOYOLALI - Masyarakat Boyolali Utara menginginkan Stasiun Telawa Juwangi dioperasikan kembali. Sebab, transportasi kereta api sangat diperlukan karena cepat dan murah.

Salah seorang warga Juwangi, Riyanto, mengatakan pasca penutupan stasiun oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada awal tahun 2013 lalu, praktis warga yang tinggal di Boyolali tidak bisa memanfaatkan moda transportasi kereta api.

Padahal animo penumpang yang menggunakan stasiun itu sangatlah tinggi, terutama untuk penumpang ke Jakarta atau sebaliknya. Sejak ditutup, warga Boyolali Utara harus pergi ke Solo atau Semarang jika ingin ke Jakarta menggunakan kereta api.

“Ya alternatifnya kalau kita ke semarang, mungkin kalau warga Karanggede atau Wonosegoro mereka naik kereta dari Kota Solo,” ucapnya kepada KORAN SINDO, Selasa (20/5) siang.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ernanto, warga Dologan Kecamatan Karanggede. Menurutnya, mendekati lebaran ini, jumlah penumpang yang naik ataupun turun di Stasiun itu sangatlah banyak, karena sebagian besar warga Boyolali Utara merantau di Ibu Kota Jakarta.

Sehingga dengan pengoperasian stasiun itu, para pemudik tidak perlu turun di Semarang atau Solo. Selain itu fasilitas yang ada di stasiun itu dinilai masih memadai untuk digunakan kembali sebagai stasiun pemberhentian atau untuk menaikkan penumpang.

“Jika kereta dari Jakarta tidak berhenti, minimal kereta penghubung seperti Kereta Kalijaga Solo-Semarang bisa berhenti di stasiun itu, agar nantinya bisa sebagai penghubung untuk kereta jarak jauh,” ucapnya.

Sementara itu Manager Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang, Eko Budianto, mengatakan untuk mengoperasikan stasiun itu banyak faktor yang harus diperhatikan.

Di antaranya adalah jumlah penumpang yang ada di stasiun itu. Ia mengatakan minimal ada 10 penumpang yang naik atau turun di stasiun itu setiap harinya, sehingga tidak akan merugikan PT KAI sendiri. Tidak hanya itu stasiun harus steril dari pengasong, agar kenyamanan para penumpang tetap terjaga.

“Usulan yang bagus, nantinya akan kita kaji terlebih dahulu selain itu masyarakat harus melakukan usulan tertulis ke Kementerian Perhubungan,” ucapnya.
(lns)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Kereta Bandara Soetta...
Kereta Bandara Soetta Mulai Beroperasi 1 Juli 2020
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
5 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
5 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
7 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
8 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved