Sungai berubah warna menjadi hitam dan bau

Jum'at, 09 Mei 2014 - 01:03 WIB
Sungai berubah warna...
Sungai berubah warna menjadi hitam dan bau
A A A
Sindonews.com - Warga Desa Ujan Mas Lama, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim mengeluhkan kondisi air Sungai Ibul yang melintasi kawasan tersebut yang diduga tercemar limbah akibat aktivitas penebangan kayu Akasia yang dilakukan oleh pihak PT Musi Hutan Persada (MHP).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pencemaran terjadi diduga karena ranting dan daun pohon Akasia yang ditebang dibuang ke aliran sungai Ibul.

Sehingga air berubah warna menjadi kehitaman dan berbau busuk. Warga yang biasa melakukan sanitasi di sungai tersebut tidak bisa lagi menggunakan air sungai. Bahkan ada warga yang terkena penyakit gatal akibat kondisi air tersebut.

Salah seorang warga Ujan Mas Lama, Usman mengatakan, warga sangat menyayangkan kondisi air sungai tersebut.

Menurutnya, semestinya daun dan ranting sisa penebangan jangan dibuang ke sungai. Karena akibatnya, air sungai menjadi busuk bahkan banyak ikan dan biota air tawar yang mati.

“Ada warga yang masih nekat mandi dan mengalami gatal-gatal sesudahnya,”ujarnya.
Camat Ujan Mas Holika saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan mengenai kondisi sungai.

Bahkan dirinya sudah memerintahkan Kepala Desa Ujan Mas Lama beserta jajaran untuk meninjau kondisi tersebut. Bahkan dirinya, sudah membuat laporan tertulis kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muaraenim untuk meninjau dan menurunkan tim pemeriksa.

“Memang ada laporan lisan dari warga dan saya sudah perintahkan kades untuk meninjau ke lokasi,”ungkapnya.

Dirinya tidak menampik, dari laporan yang dia terima, terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai tersebut diduga karena ada pencemaran yang terjadi akibat ranting dan daun sisa penebangan kayu Akasia yang dibuang ke sungai.

“Informasi yang disampaikan kepada kita begitu, diduga karena ranting dan daun sisa penebangan kayu akasia yang dibuang ke sungai,” jelasnya.

Terpisah pihak PT MHP melalui bagian Humas Erwin mengaku belum mendapatkan laporan tersebut. Hanya saja menurutnya, jika dikatakan penyebab tercemarnya air sungai karena ranting dan daun yang dibuang ke sungai sangat tidak logis dan masuk akal.

"Kalau dikatakan karena itu penyebabnya, menurut logika kami tidak masuk akal pak,” tandasnya.

Hanya saja dirinya berjanji akan menindaklanjuti dengan menurunkan tim untuk meninjau ke lokasi yang dimaksud.
(sms)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Anggap Ganggu Kesehatan,...
Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Kendalikan Pencemaran...
Kendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MIND ID dan KLHK Bersinergi
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
7 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
9 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
10 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
11 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved