Sosiolog nilai penutupan Dolly timbulkan masalah baru

Rabu, 07 Mei 2014 - 16:13 WIB
Sosiolog nilai penutupan...
Sosiolog nilai penutupan Dolly timbulkan masalah baru
A A A
Sindonews.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menutup lokalisasi Dolly terus mendapat kecaman. Sebelumnya, kecaman keras datang dari anggota DPRD Surabaya. Kini, giliran pihak akademisi ikut-ikutan mengecam.

Kecaman keras di antaranya datang dari Sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto. Menurutnya, pemkot cenderung memandang penutupan Dolly, selesai setelah PSK dan mucikari diberi uang saku.

“Malah yang nanti dikhawatirkan, ketika Dolly ditutup, wisma-wisma yang ada di sana (Dolly) akan tetap berpraktik seperti biasa. Tentunya, ini akan sulit dikontrol oleh pemerintah,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (7/5/2014).

Penulis buku ‘Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-Modern’ ini menjelaskan, pemkot tidak memiliki kebijakan lanjutan setelah Dolly ditutup. Lokalisasi peninggalan noni Belanda Dolly Van Der Mart ini sudah menghidupi banyak orang.

“Saya tidak setuju dengan penutupan, itu akan menimbulkan masalah baru. Menutup itu mudah, tapi pasca penutupan itu bagaimana langkah pemkot,” katanya dengan sedikit bertanya.

Menurut pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unair ini penutupan Dolly harus lebih mengedepankan pendekatan personal. PSK terjebak dalam lembah hitam ini disebabkan masalah yang berbeda-beda.

"Penanganannya juga harus berbeda-beda. Pemkot bisa menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau konselor untuk mendampingi para PSK. Yang harus diselamatkan pertama itu harus PSK-PSK yang di bawah umur," tukasnya.

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan keamanan PSK. "Misalnya, bagaimana PSK ini tidak semakin sengsara atau dipermainkan oleh mucikari,” tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
5 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
5 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
5 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved