Risma keukeh tutup Dolly 19 Juni

Senin, 05 Mei 2014 - 14:36 WIB
Risma keukeh tutup Dolly...
Risma keukeh tutup Dolly 19 Juni
A A A
Sindonews.com - Aksi penolakan warga terhadap penutupan lokalisasi Dolly mulai bermunculan. Spanduk bertuliskan "Tolak penutupan lokalisasi karena tidak manusiawi" terlihat terpampang di gang Dolly.

Namun aksi penolakan itu tidak menyurutkan niat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk membersihkan Dolly dari prostitusi.

"Kami tidak akan surut (menutup lokalisasi pada 19 Juni). Kami sudah sosialisasi ke pemilik wisma dan juga tokoh-tokoh masyarakat setempat," ujar wanita akrab dipanggil Risma ini usai pelantikan Wakil Ketua DPRD yang baru, Armuji, di gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (5/5/2014)

Risma, mengaku tidak mempersoalkan adanya penolakan warga setempat. Penolakan ini merupakan hal wajar. Saat menutup lokalisasi Sememi dan juga beberapa lokalisasi yang lain juga ada penolakan warga sekitar.

Pihaknya sendiri belum memutuskan apakah akan menambah jumlah petugas yang merazia atau ada tindakan-tindakan lainnya. "Kalau nanti sudah tutup (Dolly), kami akan paparkan sedetil-detilnya konsepnya seperti apa. Ini merupakan bagian dari strategi kami. Tahu tidak, yang mengajukan (penutupan Dolly) ke kami itu ada yang ditekan dan diancam dibunuh. Jadi tolong bantu kami, ini bukan perkara mudah," terangnya.

Wali kota yang diusung dari PDI-P ini menambahkan, pihaknya kini sudah menawarkan pada pemilik wisma untuk menjual rumahnya. Nantinya, wisma tersebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan diubah menjadi sentra kerajinan, pendidikan anak usia dini (PAUD) ataupun tempat-tempat pelatihan bagi PSK, mucikari maupun warga sekitar.

"Penutupan ini bukan untuk saya. Tapi saya ingin menyelamatkan anak-anak yang tinggal di sana. Yang menjadi berat di Dolly itu, semua bercampur jadi satu, ada PSK, mucikari warga dan juga anak-anak. Kalau terpisah mungkin akan sedikit ringan," tandas mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Seperti diketahui, dalam beberapa minggu terakhir ini, intensitas petugas keamanan menggelar razia tempat prostitusi, Dolly makin meningkat. Terakhir, razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Satuan Politis Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya, Polrestabes dan Garnisun Tetap (Gartap) III Surabaya digelar pada Sabtu (3/5) dan Minggu (4/5). Rentetan razia ini digelar sebagai prakondisi penutupan lokalisasi yang kononnya terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Seiring dengan digelarnya razia, warga setempat juga mulai berani bersikap untuk menolak penutupan. Di gang Dolly misalnya, terdapat spanduk bertuliskan "Tolak Penutupan Lokalisasi Karena Tidak Manusiawi".

Razia sendiri dilakukan pada tengah malam, sekitar pukul 23.00WIB. Para petugas merazia dengan memeriksa setiap kamar di seluruh wisma. Dolly yang juga menyatu dengan lokalisasi Jarak dihuni sebanyak 1.080 pekerja seks komersial (PSK), 300 mucikari dan tinggal bersama sekitar 400-warga setempat.
(lns)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved