3 barak siap disebar di lokasi pengungsian Gunung Merapi

Jum'at, 02 Mei 2014 - 18:49 WIB
3 barak siap disebar...
3 barak siap disebar di lokasi pengungsian Gunung Merapi
A A A
Sindonews.com - Tiga barak pengungsian telah dipersiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Jawa Tengah menyusul status waspada Gunung Merapi yang ditetapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten Joko Rukminto menjelaskan, ketiga barak tersebut selanjutnya akan disebar pada tiga lokasi pengungsian yang juga telah dipersiapkan menampung para pengungsian bila erupsi besar Gunung Merapi terjadi.

Ketiga lokasi tersebut tersebar di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum; Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan dan Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko.

"Ketiga shelter tersebut telah siap digunakan dan dapat menampung para pengungsi, meskipun dengan peralatan pendukung yang terbatas," jelas Joko Rukminto, di Klaten,Jawa Tengah, Jumat (2/5/2014).

Menurut Joko, seiring dengan kenaikan status Gunung Merapi, pihaknya langsung melakukan pembenahan di lokasi yang akan dijadikan tempat warga mengungsi.

Pembenahaan ini dilakukan agar nantinya saat dipergunakan para pengungsi tidak akan menjadi masalah. Terutama menyangkut MCK.

"Kebutuhan utama di barak pengungsian adalah mandi cuci kakus (MCK), Selain MCK, kebutuhan di barak pengungsian yang kini mulai dipersiapkan adalah tikar serta alas tidur," jelas Joko.

Sementara itu dari pos pengamatan Gunung Merapi di Balarante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, aktivitas Merapi terpantau mengalami naik dan turun.

Pada hari ini, guguran tercatat terjadi sebanyak 7 kali. Multiphase sebanyak 1 kali. Gempa Tektonik juga tercatat sebanyak 1 kali dan Low Frequncy tercatat sebanyak 2 kali.

Menurut salah satu petugas Pos Pemantauan Gunung Merapi di Balarante, Jainu saat dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, dengan posisi tersebut menandakan masih adanya aktivitas aktif didalam Gunung Merapi.

Meskipun aktivitas tersebut tidaklah sekencang seperti saat status waspada ditetapkan, namun, gunung api tersebut terus bergeliat.

Terbukti dalam radius 8 kilometer sekalipun, warga masih mendengar bunyi dentuman dari dalam Gunung Merapi.

"Kalau tidak ada aktivitas, tidak mungkin terdengar suara dentuman. Suara dentuman dari dalam perut Gunung Merapi ini menandakan kalau ada aktifitas di dalam Gunung Merapi," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
21 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
29 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
40 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved