Melihat pekerja anak di Hari Buruh Sedunia

Kamis, 01 Mei 2014 - 18:54 WIB
Melihat pekerja anak...
Melihat pekerja anak di Hari Buruh Sedunia
A A A
Sindonews.com - Peringatan Hari Buruh Sedunia dan dijadikannya 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional, merupakan bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah terhadap buruh. Namun, tidak bagi pekerja anak di Purwakarta.

Tampak ratusan buruh anak, di pabrik genteng dan batu bata, terus bekerja membanting tulang. Ujang (14), salah seorang buruh terlihat berkeringat sedang memproduksi loster dan bata merah, di Desa Pamoyanan, Plered, Purwakarta.

Dia tidak sendiri. Masih ada ratusan bocah seusia Ujang atau seusia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tetap bekerja, pada peringatan 1 Mei. Kendati begitu, wajahnya bisa tersenyum dan tertawa.

Saat ditanya mengenai Mayday, Ujang hanya tersenyum. Sorot matanya yang kosong mengisyaratkan ketidaktahuannya mengenai istilah hari buruh tersebut. Baginya, setiap hari adalah kerja, dan bekerja. Setelah itu dapat uang.

“Tidak tahu. Saya taunya kerja terus, biar dapat uang buat makan sehari-hari, dan buat kebutuhan lain kang,” jawab Ujang yang mengaku warga Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (1/5/2014).

Para pekerja di pabrik ini, rata-rata berusia 13-16 tahun. Mereka berasal dari Kabupaten Bandung Baret, dan Purwakarta. Harusnya, waktu mereka dihabiskan untuk belajar dan sekolah. Namun, semua dirampas oleh jam kerja di dalam pabrik.

Namun begitu, Ujang mengaku masih ingin sekolah, tetapi apa daya. Tidak ada biaya dan lahir dari keluarga kurang mampu membuatnya harus bekerja membanting tulang. Dengan terpaksa, dia harus puas hanya sampai tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Sekolah, ya, pasti saya masih ingin. Tapi boro-boro untuk biaya sekolah, untuk sehari-hari saja susah. Untuk itu saya mending kerja saja, biar tidak jadi beban orangtua terus,” terangnya miris.

Selama satu tahun lebih Ujang telah bekerja menjadi buruh pabrik loster dan bata merah, dengan upah Rp18 ribu per hari. Dia mengaku terpaksa bertahan, karena hanya di pabrik ini sajalah yang menerima para pekerja anak.

Kendati menghabiskan masa kanak-kanaknya di dalam pabrik, Ujang mengaku tetap bersyukur. Bahkan, dengan bangga Ujang mengaku keberadaan pabrik-pabrik itu sebagai penolong dan penyelamat.

Di kawasan ini, jumlah pabrik pengrajin tanah liat cukup banyak. Seperti di daerah Kecamatan Plered dan Tegalwaru. Daerah ini merupakan sentra pengolahan tanah liat.

“Banyak banget yang kerja seperti saya, masih anak-anak dan putus sekolah. Dari pada diam saja di rumah, mending kerja di sini. Biar gaji kecil, tapi bagi saya itu sudah lumayan untuk mencukupi kebutuhan dan membantu keluarga,” timpal Kamal (16), rekan sekerja Ujang, di tengah kesibukannya membuat loster.

Sementara itu, Kusnadi (450, salah satu mandor di Pabrik Loster dan Bata Merah membenarkan banyak pekerja yang masih di bawah umur. Namun pihaknya tak bisa berbuat banyak, apalagi melarang atau memberhentikan mereka untuk bekerja.

Tuntutan ekonomi menjadi alasan sehingga perusahaan tak bisa melarang anak di bawah umur untuk ikut bekerja.

“Ya mau gimana lagi, anak-anak itu sudah tidak sekolah. Mereka ingin bekerja. Tidak diterima kasihan, diterima juga kasihan. Keberadaan mereka ini jelas bukan kami yang disalahkan, pemerintah yang harus disalahkan. Betul kan? Dengan bekerja di sini mereka jadi merasa terbantu katanya," jelas Kusnadi.

Disinggung soal Hari Buruh Sedunia, Kusnadi pun mengaku tidak tahu. "Saya juga enggak ngerti, buruh yang mana yang diperjuangkan hak-haknya itu, karena jika berbicara buruh, kami juga buruh dan kebijakan itu tak kami rasakan," tutur dia.
(san)
Berita Terkait
Hari Antikorupsi Sedunia,...
Hari Antikorupsi Sedunia, Buruh Desak Sahkan RUU Perampasan Aset
Polda Jatim Terjunkan...
Polda Jatim Terjunkan 1.999 Personel Amankan Peringatan Hari Buruh Sedunia
Potret Aksi Hari Buruh...
Potret Aksi Hari Buruh Sedunia di Palembang
Peringati Hari Pangan...
Peringati Hari Pangan Sedunia, Earth Hour Makassar Gelar Seminar Daring
Hari Anak Sedunia, Inspirasi...
Hari Anak Sedunia, Inspirasi Keluarga Cheria dengan 14 Anak
Hari Kanker Sedunia:...
Hari Kanker Sedunia: Menguatkan Kesadaran dan Proteksi Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
7 menit yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
23 menit yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
41 menit yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
48 menit yang lalu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
1 jam yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved