DPRD Surabaya minta pemkot tak ragu tutup Dolly

Rabu, 30 April 2014 - 18:41 WIB
DPRD Surabaya minta...
DPRD Surabaya minta pemkot tak ragu tutup Dolly
A A A
Sindonews.com - DPRD Surabaya mendesak agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk tak ragu menutup lokalisasi Dolly.

Adanya protes dan penolakan dari sejumlah pihak merupakan hal wajar. Apalagi protes dan penolakan terhadap penutupan lokalisasi hampir terjadi disemua tempat.

Ketua DPRD Kota Surabaya M Machmud meminta Pemkot Surabaya tidak boleh kendur atau terpengaruh oleh reaksi penolakan oleh warga setempat maupun organisasi tertentu.

Lagipula, reaksi penolakan dan dampaknya sudah diantisipasi oleh pemkot. Menurut dia, penutupan lokalisasi di mana-mana selalu menuai banyak protes khususnya warga yang diuntungkan dari bisnis prostitusi.

"Antisipasi yang dilakukan pemkot sudah benar, salah satunya memberikan pesangon kepada pekerja seks komersial (PSK) maupun mucikari, memberikan pelatihan kerja serta menyiapkan lapangan pekerjaan baru," katanya, Rabu (30/4/2014).

Pemerintah, kata dia, juga menjamin agar para PSK dan mucikari tidak kelaparan atau kesulitan mencari tempat kerja.

Bagi dia, nasib PSK ini lebih baik jika dibandingkan dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang terkena penggusuran. Banyak PSK yang bukan warga Surabaya tetap diberi pesangon dan pelatihan serta diantar pulang ke kampung halamannya.

Sedangkan PKL meski warga Surabaya yang terkena gusur tidak diberi pesangon. Artinya PSK ini perlakuan khusus.

"Soal lokalisasi yang sudah ditutup pemkot seperti Tambakasri, Klakahrejo, Sememi dan lainnya yang masih menyisahkan persoalan seperti pemberian pesangon, itu harus segera dituntaskan oleh pemkot. Lebih baik menyisahkan masalah dari pada tidak ada penutupan sama sekali," imbuhnya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Masduki Toha mengatakan, pentupan lokalisasi merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Namun, penyelesaiannya harus bijak. Jangan sampai menyisahkan masalah seperti di Sememi. Meski sudah ditutup, tapi praktik-praktik prostitusi masih berlangsung.

Artinya pemerintah jangan hanya ucapan saja, tapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata.

"Kalau mau menertibkan harus serius, jangan setengah. Katanya (Sememi) sudah ditutup, tapi masih beroperasi. Ini harus ditindak tegas," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved