Risma serahkan warga kelola Dolly dan Jarak

Rabu, 23 April 2014 - 14:44 WIB
Risma serahkan warga...
Risma serahkan warga kelola Dolly dan Jarak
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga kini belum mempunyai konsep penataan lokalisasi Dolly dan Jarak, setelah dilakukan penutupan. Padahal, beberapa lokalisasi yang lain pasca penutupan, sudah mulai terlihat geliat kegiatan ekonominya.

Seperti terlihat di Dupak Bangunsari misalnya. Lokalisasi itu, kini berubah menjadi sentra kerajinan batik. Sedangkan Tambak Asri, berubah menjadi sentra kerajinan tas.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tidak adanya konsep dari pemkot pasca penutupan Dolly dan Jarak, karena dia ingin warga setempat sendiri yang mengkonsep.

“Warga (Dolly dan Jarak) pengennya apa? Baru kami akan bantu untuk menggerakkan. Kalau top down itu kan tidak bagus. Tapi tetap kami akan berikan pendampingan. Potensi apa yang ada di sana (Dolly dan Jarak) warga bebas untuk memilih,” terang Risma, di kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (23/4/2014).

Mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini menjelaskan, pihaknya juga mendorong agar Dolly dan Jarak juga menjadi sentra kerajinan, sama seperti bekas lokalisasi yang lain.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memberangkatkan sejumlah eks-Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari untuk Tanggulangin, Sidoarjo. Tujuannya, untuk belajar cara memproduksi sepatu.

Seperti diketahui, Tanggulangin merupakan salah satu sentra kerajinan sepatu terbesar di Jawa Timur (Jatim). Tak hanya belajar produksi sepatu, di Tanggulangin, mereka juga akan belajar kerajinan-kerajinan yang lain.

“Di Dupak Bangunsari itu, wah permintaan batik sudah luar biasa. Bahkan sampai ke mancanegara. Sekarang di sana sudah ada sekitar 80-an pekerja yang terdiri atas eks-PSK dan mucikari yang menekuni batik,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono meminta agar pemkot memiliki rencana yang matang untuk Dolly dan Jarak, pasca penutupan. Pasalnya, nanti akan banyak elemen masyarakat yang dirugikan dari penutupan itu. Tak hanya PSK dan mucikari, tapi juga pedagang kaki lima (PKL), tukang cuci, tukang parkir, pemilik warung, kios dan lain-lain.

“Yang dikhawatirkan, kalau Dolly dan Jarak nanti betul-betul tutup, lalu para PSK-nya berpraktik di jalanan. Ini tentu lebih berbahaya, karena penyebaran penyakit HIV/AIDS semakin tidak terkontrol,” katanya.

Politikus PDI-P ini menambahkan, sebelumnya kawasan Dolly dan Jarak akan dijadikan kawasan perdagangan. Dengan kawasan perdagangan ini, diharapkan warga yang terdampak bisa melakukan aktivitas ekonomi.

Sayangnya, hingga kini hal itu baru sebatas wacana. Seharusnya, itu tidak hanya wacana, tapi rencana harus segera direalisasikan. Sebab, proses penutupan terus dilakukan. Misalnya, sekarang sudah ada beragam pelatihan ketrampilan untuk para PSK dan mucikari. Pelatihan itu mulai dari memasak, menjahit, merias dan lain-lain.

“Sejauh ini belum ada realisasi pembangunan, baik sarana maupun prasarana yang dibutuhkan warga sekitar untuk dijadikan sebagai kawasan perdagangan,” terangnya.
(san)
Berita Terkait
Protokol Kesehatan di...
Protokol Kesehatan di Berbagai Tempat Ditetapkan dengan Ketat
Pemkot Surabaya Kembali...
Pemkot Surabaya Kembali Perketat 19 Pos Masuk Surabaya
Pemkot Surabaya Sukses...
Pemkot Surabaya Sukses Gelar Kembali Parade Surabaya Juang
Alokasikan Rp 819 Miliar...
Alokasikan Rp 819 Miliar untuk Tangani Covid-19 di Surabaya
Libatkan Kader, Pemko...
Libatkan Kader, Pemko Surabaya Permudah Identifikasi Masalah dengan Aplikasi Sayang Warga
Ini Upaya Pemkot Surabaya...
Ini Upaya Pemkot Surabaya Maksimalkan Potensi Wisata Perkampungan
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
2 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
4 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
5 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
6 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
6 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
8 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved