Di pengungsian, warga Cimareme makan singkong & ubi

Senin, 21 April 2014 - 13:09 WIB
Di pengungsian, warga...
Di pengungsian, warga Cimareme makan singkong & ubi
A A A
Sindonews.com - Meski telah menetap di tenda pengungsian selama lebih dari tujuh bulan, sejak enam bulan lalu, puluhan warga Kampung Cimareme, RT25/06, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, tidak pernah lagi mendapat bantuan dari pemerintah.

Para warga ini mengungsi lantaran rumah mereka hangus terbakar api. Usai kejadian itu, yang menghanguskan puluhan rumah dan satu mesjid, pada September 2013, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut baru satu kali memberikan bantuan.

“Itu juga bantuan yang diberikan berupa bahan makanan dan pakaian untuk satu bulan. Setelahnya, tidak pernah ada lagi bantuan yang datang,” kata Odin (40), seorang warga Kampung Cimareme, ditemui di tenda pengungsian, Senin (21/4/2014).

Bantuan yang sangat diperlukan warga ini, tidak lain adalah bahan makanan. Kendati berharap pemerintah dapat kembali menyalurkan bantuan, warga tidak tinggal diam agar mereka bisa tetap melanjutkan hidup sehari-harinya.

“Makanan sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Namun karena profesi sebagian besar warga yang tinggal di pengungsian adalah petani, alhamdulillah bahan makanan alakadarnya seperti singkong dan ubi, masih bisa dikonsumsi setiap hari,” ungkapnya.

Selain itu, warga pun meminta agar pemerintah dapat segera merelokasi dan membangunkan rumah yang sederhana untuk mereka. Warga sangat mengharapkan bantuan berupa rumah meski hanya terbuat dari kayu dan bambu.

“Tidak apa-apa jika pemerintah hanya membuatkan rumah untuk kami dari bahan material kayu dan bambu. Kami sangat memerlukan tempat tinggal untuk berteduh setiap hari. Kasihan anak-anak dan para orang tua, jika harus tetap tinggal di tenda. Sampai kapan nasib kami akan terkatung-katung seperti ini?” tanyanya.

Sementara itu, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Tegalgede Mamad Nursidik mengatakan, bantuan yang datang kepada warga hanya satu kali. Padahal, pihaknya tak pernah berhenti mengusulkan permohonan bantuan ke pemerintah kabupaten.

“Kami terus mengajukan permohonan. Beberapa kali diajukan, namun tidak ada jawaban sampai sekarang. Sambil menunggu itu, kami juga berusaha menampung warga desa yang masih diberikan kelebihan harta dan makanan, untuk menyumbang seadanya buat warga sini yang tinggal di tenda pengungsian," pungkasnya.

Baca juga:
7 bulan, warga Cimareme tinggal di pengungsian
(san)
Berita Terkait
Peristiwa Kebakaran...
Peristiwa Kebakaran di Jakarta yang Menelan Korban Jiwa
Pemerintah Harus Perbaiki...
Pemerintah Harus Perbaiki Tata Kelola Lapas di Tanah Air
Api Membakar Puluhan...
Api Membakar Puluhan Rumah di Pemukiman Padat Topoyo, Mamuju, Sulbar
Asap Kebakaran di Los...
Asap Kebakaran di Los Angeles Mengandung Racun Berbahaya
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Empat Rumah Petani Ludes...
Empat Rumah Petani Ludes Terbakar, Seorang Luka-Luka
Berita Terkini
UP2B Jabar Siaga 24...
UP2B Jabar Siaga 24 Jam Jaga Pasokan Listrik, Libur Sekolah Nyaman Berkat Kinerja PLN
18 menit yang lalu
Bang Jago yang Pukul...
Bang Jago yang Pukul Pengendara Motor di Jagakarsa Positif Sabu
1 jam yang lalu
3 Pelaku Penyerangan...
3 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan Dibekuk
1 jam yang lalu
YLC-8 IKA ITS Siapkan...
YLC-8 IKA ITS Siapkan Generasi Pemimpin Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
2 jam yang lalu
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
4 jam yang lalu
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved