Anak ditampar guru, orangtua ngamuk di sekolah

Selasa, 08 April 2014 - 18:35 WIB
Anak ditampar guru,...
Anak ditampar guru, orangtua ngamuk di sekolah
A A A
Sindonews.com - Beberapa orangtua siswa datang dan ngamuk di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1, Sibuni-Bunin Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Mereka kesal, lantaran anak-anaknya diperlakukan kasar oleh guru.

Situasi sempat tegang. Namun kembali tenang, setelah hadirnya Kepala Bidang (Kabid) SMP dan SMA Syamsir Hutabarat bersama Kabid Bina Program Bahal Simanjuntak, serta Kepala Sekolah (Kasek) sekolah itu Erliwaty Lubis.

Salah seorang dari orangtua siswa J Hutabarat mengatakan, kedatangan mereka untuk memenuhi surat panggilan sekaligus mempertanyakan tindakan kasar guru kepada anak mereka. Kekerasan juga dilakukan seorang unsur pimpinan sekolah.

"Ini lah kali pertama kami menerima surat panggilan dari sekolah. Sementara semua yang sudah dilakukan guru selama ini belum pernah disampaikan terhadap orangtua siswa. Itu artinya, pihak sekolah mengambil tindakan sendiri," kata Hutabarat, Selasa (8/4/2014).

Menurutnya, para orangtua tak akan marah kalau anak-anak mereka ditindak jika melakukan kesalahan. Namun jika sudah melewati batas, hal itu akan berbeda. Terutama panggilan kepada orangtua, setelah sekian lama memberikan tindakan kasar.

Hal senada disampaikan orangtua siswa lainnya S Tanjung. Dia meminta oknum guru yang melakukan tindakan kasar kepada anaknya dari unsur pimpinan SMPN 1 Sibuni-Buni, untuk dihadirkan dan dimintai pertanggungjawabannya.

"Saya mau, oknum itu dihadirkan. Apapun kesalahan anakku, harusnya laporkan sama kami orangtua, jangan main tampar saja," tukasnya.

Setelah mendengar keterangan para orangtua, Kabid Bina Program Disdik Tapteng Bahal Simanjuntak menyampaikan rasa prihatinnya. "Saya juga tidak setuju dengan prosedur pemanggilan yang dilakukan sekolah. Yang menekankan harus datang hari itu juga. Jauh hari harusnya sudah diberitahukan atau minimal dua hari sebelum hari H," tukasnya.

Bahal mengaku, akan membenahi serta memberikan pembinaan terhadap para tenaga didik di sekolah tersebut.

"Kedepan, dinas akan membenahi sekolah dan memberikan pembinaan-pembinaan terhadap tenaga pendidik. Kemudian di sini juga perlu saya tekankan, persoalan ini jangan sampai ada kaitannya dengan kegiatan UN nanti," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Jaskia, Risk (sama-sama kelas IX), Jobel dan Julfiki (siswa kelas VIII) mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari oknum guru di sekolah tersebut.
(san)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
18 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
20 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
20 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
33 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
56 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved