Usut korupsi Transjakarta, KPK diminta periksa Jokowi
Selasa, 01 April 2014 - 17:27 WIB
Usut korupsi Transjakarta, KPK diminta periksa Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Jakarta (Permata DKI), menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka mendesak agar penegak hukum menyelesaikan dugaan korupsi pada pengadaan busway yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Dengan membawa poster 'Busway Korupsi Ayo usut Jokowi' mereka mempertanyakan pengadaan bus Transjakarta yang menelan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.
Koordinator Aksi, Ahmad Faturozzi mempertanyakan mengapa bus yang didatangkan dari China itu berkarat dan tidak layak. Puluhan mahasiswa ini meminta KPK untuk mengusut indikasi keterlibatan Gubnernur Joko Widodo.
"Kami meminta agar KPK berani mengusut tuntas korupsi ini, KPK jangan pandang bulu, usut Jokowi demi keadilan," kata Ahmad Faturozzi dalam orasinya, Selasa (1/4/2014).
Selain berorasi, puluhan mahasiswa ini juga menyegel setiap Bus Transjakarta yang melawati bundaran HI dengan menempelkan poster di kaca Bus Transjakarta.
"Sengaja kami segel setiap bus way ini, agar masyarakat tahu jika Bus ini tidak layak dan beraroma korupsi," ungkapnya.
Dia juga menyesalkan sikap Jokowi yang lepas tanggung jawab atas dugaan korupsi penggunaan dana APBD DKI. Secara tegas dia mendesak KPK, BPK RI dan DPRD DKI Jakarta untuk membongkar dugaan korupsi pengadan busway itu.
"Usut tuntas pengadaan bus Transjakarta yang merugikan APBD DKI sebesar Rp1,5 triliun ini. Periksa dan evaluasi penggunaan APBD DKI selama dua tahun Jokowi menjabat," ungkapnya.
Dia juga meminta, agar memeriksa seluruh kebijakan Gubunur Jokowi yang diduga menyalagunakan wewenangnya untuk sengaja memperkaya pihak tertentu yaitu mantan timsesnya pada Pilkada lalu.
Dengan membawa poster 'Busway Korupsi Ayo usut Jokowi' mereka mempertanyakan pengadaan bus Transjakarta yang menelan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.
Koordinator Aksi, Ahmad Faturozzi mempertanyakan mengapa bus yang didatangkan dari China itu berkarat dan tidak layak. Puluhan mahasiswa ini meminta KPK untuk mengusut indikasi keterlibatan Gubnernur Joko Widodo.
"Kami meminta agar KPK berani mengusut tuntas korupsi ini, KPK jangan pandang bulu, usut Jokowi demi keadilan," kata Ahmad Faturozzi dalam orasinya, Selasa (1/4/2014).
Selain berorasi, puluhan mahasiswa ini juga menyegel setiap Bus Transjakarta yang melawati bundaran HI dengan menempelkan poster di kaca Bus Transjakarta.
"Sengaja kami segel setiap bus way ini, agar masyarakat tahu jika Bus ini tidak layak dan beraroma korupsi," ungkapnya.
Dia juga menyesalkan sikap Jokowi yang lepas tanggung jawab atas dugaan korupsi penggunaan dana APBD DKI. Secara tegas dia mendesak KPK, BPK RI dan DPRD DKI Jakarta untuk membongkar dugaan korupsi pengadan busway itu.
"Usut tuntas pengadaan bus Transjakarta yang merugikan APBD DKI sebesar Rp1,5 triliun ini. Periksa dan evaluasi penggunaan APBD DKI selama dua tahun Jokowi menjabat," ungkapnya.
Dia juga meminta, agar memeriksa seluruh kebijakan Gubunur Jokowi yang diduga menyalagunakan wewenangnya untuk sengaja memperkaya pihak tertentu yaitu mantan timsesnya pada Pilkada lalu.
(mhd)