Pelaku penculikan ternyata takut kehilangan anak
Senin, 31 Maret 2014 - 14:34 WIB
Pelaku penculikan ternyata takut kehilangan anak
A
A
A
Sindonews.com - Desi Ariani (32), pelaku penculikan bayi Valencia Yusnita Manurung, hingga kini masih menjalani perawatan di Ruang Kemuning RS Hasan Sadikin (RSHS).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengungkapkan, hingga saat ini pihak penyidik masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Desi. Pasalnya, saat ini Desi masih mengalami kesulitan untuk berkomunikasi.
"Sekarang masih dirawat. Kalau pun ditanya, pelaku bilang 'mana anak saya, mana anak saya'," tutur Martinus, Senin (31/3/2014).
Atas kondisi seperti itu, lanjut Martinu, pihaknya tidak bisa memaksa pelaku untuk diintrogasi. Hal itu baru bisa dilakukan setelah pihak dokter menyatakan Desi siap secara fisik dan psikis.
"Tentunya kita pertama akan mementingkan kondisi kesehatan pelaku dulu. Kita tidak bisa memaksakan untuk memeriksanya," katanya.
Seperti diketahui, Desi disebut-sebut sebagai pelaku tunggal dalam penculikan bayi di RSHS pada 25 Maret 2014. Kasus ini berhasil terungkap saat polisi menemukan titik terang mengenai keberadaan bayi yang kini diberinama Valencia.
Saat akan dilakukan pengungkapan, Desi secara tiba-tiba melarikan diri dan tanpa terduga nekat loncat dari Flyover Pasupati yang memiliki ketinggian 10-15 meter. Beruntung Desi selamat dan langsung dilarikan ke IGD RSHS.
Baca juga:
Belum sehat, pelaku penculikan bayi masih dipantau dokter
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengungkapkan, hingga saat ini pihak penyidik masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Desi. Pasalnya, saat ini Desi masih mengalami kesulitan untuk berkomunikasi.
"Sekarang masih dirawat. Kalau pun ditanya, pelaku bilang 'mana anak saya, mana anak saya'," tutur Martinus, Senin (31/3/2014).
Atas kondisi seperti itu, lanjut Martinu, pihaknya tidak bisa memaksa pelaku untuk diintrogasi. Hal itu baru bisa dilakukan setelah pihak dokter menyatakan Desi siap secara fisik dan psikis.
"Tentunya kita pertama akan mementingkan kondisi kesehatan pelaku dulu. Kita tidak bisa memaksakan untuk memeriksanya," katanya.
Seperti diketahui, Desi disebut-sebut sebagai pelaku tunggal dalam penculikan bayi di RSHS pada 25 Maret 2014. Kasus ini berhasil terungkap saat polisi menemukan titik terang mengenai keberadaan bayi yang kini diberinama Valencia.
Saat akan dilakukan pengungkapan, Desi secara tiba-tiba melarikan diri dan tanpa terduga nekat loncat dari Flyover Pasupati yang memiliki ketinggian 10-15 meter. Beruntung Desi selamat dan langsung dilarikan ke IGD RSHS.
Baca juga:
Belum sehat, pelaku penculikan bayi masih dipantau dokter
(san)