Cari ketenangan jiwa di Kenjeran, 3 orang tewas
Sabtu, 29 Maret 2014 - 17:14 WIB
Cari ketenangan jiwa di Kenjeran, 3 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Berniat mencari ketenangan jiwa dengan berendam di perairan Kenjeran, kawasan Gunung Pasir, Surabaya, Kelompok Meditasi Surabaya malah terkena bencana. Tiga orang anggota kelompok dinyatakan tewas tenggelam, setelah tergulung ombak besar perairan itu.
"Mereka memang sengaja berendam di laut untuk meditasi dengan tujuan mencari ketenangan jiwa," ujar Kapolsek Kenjeran AKP Syukur, kepada wartawan, Sabtu (29/3/2014).
Total anggota kelompok yang ikut berendam dalam kegiatan spiritual itu berjumlah delapan orang. Syukur memastikan, kegiatan kelompok ini tidak memiliki hubungan dengan Perayaan Hari Raya Nyepi. Sebab, mereka terdiri dari berbagai agama.
"Enggak ada kaitannya dengan itu. Mereka ini dari berbagai agama. Tujuannya hanya untuk mencari ketenangan jiwa hingga kemudian terseret ombak ini," bebernya.
Dalam insiden ini, polisi tidak menetapkan terasangka. Sebab, dari pengakuan para peserta meditasi yang selamat, mereka diajak oleh salah satu korban tewas bernama Wijaya (37). "Enggak ada tersangka, wong yang ngajak juga ikut tewas bersama dua rekannya itu," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang harus meregang nyawa lantaran diterjang ombak. Mereka adalah adalah Zaini (40), warga Tenggilis, Wijaya (37), warga Semolo Waru Elok, dan Yanto (36), warga Magetan.
Sementara korban selamat dan masih dirawat adalah Samsul, pemilik perahu, Yudi, warga Semolo Waru Tengah, Kholifah (50), warga Sidotopo, dan Ridwan (48), warga Simpang Surabaya.
Baca juga:
Perahu terbalik, 3 orang tewas terseret arus
Polisi pastikan korban kapal terbalik tewas digulung ombak
"Mereka memang sengaja berendam di laut untuk meditasi dengan tujuan mencari ketenangan jiwa," ujar Kapolsek Kenjeran AKP Syukur, kepada wartawan, Sabtu (29/3/2014).
Total anggota kelompok yang ikut berendam dalam kegiatan spiritual itu berjumlah delapan orang. Syukur memastikan, kegiatan kelompok ini tidak memiliki hubungan dengan Perayaan Hari Raya Nyepi. Sebab, mereka terdiri dari berbagai agama.
"Enggak ada kaitannya dengan itu. Mereka ini dari berbagai agama. Tujuannya hanya untuk mencari ketenangan jiwa hingga kemudian terseret ombak ini," bebernya.
Dalam insiden ini, polisi tidak menetapkan terasangka. Sebab, dari pengakuan para peserta meditasi yang selamat, mereka diajak oleh salah satu korban tewas bernama Wijaya (37). "Enggak ada tersangka, wong yang ngajak juga ikut tewas bersama dua rekannya itu," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang harus meregang nyawa lantaran diterjang ombak. Mereka adalah adalah Zaini (40), warga Tenggilis, Wijaya (37), warga Semolo Waru Elok, dan Yanto (36), warga Magetan.
Sementara korban selamat dan masih dirawat adalah Samsul, pemilik perahu, Yudi, warga Semolo Waru Tengah, Kholifah (50), warga Sidotopo, dan Ridwan (48), warga Simpang Surabaya.
Baca juga:
Perahu terbalik, 3 orang tewas terseret arus
Polisi pastikan korban kapal terbalik tewas digulung ombak
(san)