Penculik bayi di Bandung ingin punya momongan?
Sabtu, 29 Maret 2014 - 12:24 WIB
Penculik bayi di Bandung ingin punya momongan?
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku penculikan bayi di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, seorang wanita berinisial DS. Diduga, pelaku nekad melakukan aksinya, karena ingin memiliki momongan.
Dugaan itu dilatari DS yang tinggal sendiri di kamar kos bersama suami keduanya Suaramahardika, yang telah dinikahinya sejak Juli 2013. Dari pernikahannya itu, DS belum memiliki momongan.
Sementara dari pernikahannya dengan suami pertama, DS dikarunia satu orang anak laki-laki. Diduga, terobsesi ingin memiliki momongan itulah DS nekat melakukan penculikan.
Bahkan aksinya itu telah diawali dengan berpura-pura telah hamil dan tiba-tiba melahirkan seorang anak pada 25 Maret atau bertepatan dengan aksi penculikan terhadap seorang bayi yang akan diberi nama Valencia di RSHS.
“Motif dan dugaan lainnya masih kita selidiki. Termasuk apakah saat di flyover dia terpeleset atau bagaimana, itu kita selidiki,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan, Sabtu (29/3/2014).
Saat ini, pihaknya masih kesulitan untuk menggali informasi dari DS. Pasalnya, DS yang dari flyover Pasupati itu kini masih dirawat di IGD RSHS.
“Berikutnya kami akan perdalam apakah pelaku bekerja sendiri, apakah ada sindikat lainnya. Saat ini, pelaku dalam perawatan intensif untuk bisa dimintai keterangannya,” jelasnya. (san)
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS akhirnya ditemukan
Polisi dalami motif penculikan bayi di Bandung
Dugaan itu dilatari DS yang tinggal sendiri di kamar kos bersama suami keduanya Suaramahardika, yang telah dinikahinya sejak Juli 2013. Dari pernikahannya itu, DS belum memiliki momongan.
Sementara dari pernikahannya dengan suami pertama, DS dikarunia satu orang anak laki-laki. Diduga, terobsesi ingin memiliki momongan itulah DS nekat melakukan penculikan.
Bahkan aksinya itu telah diawali dengan berpura-pura telah hamil dan tiba-tiba melahirkan seorang anak pada 25 Maret atau bertepatan dengan aksi penculikan terhadap seorang bayi yang akan diberi nama Valencia di RSHS.
“Motif dan dugaan lainnya masih kita selidiki. Termasuk apakah saat di flyover dia terpeleset atau bagaimana, itu kita selidiki,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan, Sabtu (29/3/2014).
Saat ini, pihaknya masih kesulitan untuk menggali informasi dari DS. Pasalnya, DS yang dari flyover Pasupati itu kini masih dirawat di IGD RSHS.
“Berikutnya kami akan perdalam apakah pelaku bekerja sendiri, apakah ada sindikat lainnya. Saat ini, pelaku dalam perawatan intensif untuk bisa dimintai keterangannya,” jelasnya. (san)
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS akhirnya ditemukan
Polisi dalami motif penculikan bayi di Bandung
(sms)