Kriminolog duga penculik bayi di RSHS sindikat
Jum'at, 28 Maret 2014 - 15:18 WIB
Kriminolog duga penculik bayi di RSHS sindikat
A
A
A
Sindonews.com - Kriminolog dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yesmil Anwar memprediksi penculik bayi di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat, pada 25 Maret 2014, adalah anggota sindikat.
"Kemungkinan ini sindikat terbuka, karena pelaku melakukannya dengan cara-cara yang profesional," kata Yesmil, kepada wartawan, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/3/2014).
Dugaan itu merujuk pada cara pelaku beraksi yang menyamar dengan rapi sebagai dokter. Pihak keamanan bahkan kecolongan saat pelaku membawa bayi dan menutupnya dengan jas dokter.
Sebelum beraksi, pelaku sepertinya sudah hafal betul bagaimana situasi dan kondisi di RSHS. Sehingga, dia bisa mengambil celah dan lancar saat beraksi. "Ini termasuk orang yang sudah mengenal psikologi (lingkungan) RSHS," ucapnya.
Jika pelaku adalah bagian dari sindikat, maka yang bersangkutan bisa saja menjual bayi kepada pihak tertentu. Tapi ada juga kemungkinan tindakan itu murni dilakukan secara personal, karena ingin memiliki anak.
"Kalau ini (pelakunya) perorangan, kemungkinan dia ingin memiliki anak. Pelaku kemungkinan ingin merawat sendiri anak itu sebagai anaknya," tukas pria yang juga mengajar sebagai dosen di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.
Diberitakan sebelumnya, bayi Lasmaria dan Toni diculik pada Selasa 25 Maret 2014, sekira pukul 19.30 WIB. Pelaku menyamar sebagai dokter untuk memuluskan aksinya. Aksi pelaku sempat terekam CCTV.
"Kemungkinan ini sindikat terbuka, karena pelaku melakukannya dengan cara-cara yang profesional," kata Yesmil, kepada wartawan, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/3/2014).
Dugaan itu merujuk pada cara pelaku beraksi yang menyamar dengan rapi sebagai dokter. Pihak keamanan bahkan kecolongan saat pelaku membawa bayi dan menutupnya dengan jas dokter.
Sebelum beraksi, pelaku sepertinya sudah hafal betul bagaimana situasi dan kondisi di RSHS. Sehingga, dia bisa mengambil celah dan lancar saat beraksi. "Ini termasuk orang yang sudah mengenal psikologi (lingkungan) RSHS," ucapnya.
Jika pelaku adalah bagian dari sindikat, maka yang bersangkutan bisa saja menjual bayi kepada pihak tertentu. Tapi ada juga kemungkinan tindakan itu murni dilakukan secara personal, karena ingin memiliki anak.
"Kalau ini (pelakunya) perorangan, kemungkinan dia ingin memiliki anak. Pelaku kemungkinan ingin merawat sendiri anak itu sebagai anaknya," tukas pria yang juga mengajar sebagai dosen di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.
Diberitakan sebelumnya, bayi Lasmaria dan Toni diculik pada Selasa 25 Maret 2014, sekira pukul 19.30 WIB. Pelaku menyamar sebagai dokter untuk memuluskan aksinya. Aksi pelaku sempat terekam CCTV.
(lns)