Penculik bayi di RSHS hitam manis
Jum'at, 28 Maret 2014 - 09:49 WIB
Penculik bayi di RSHS hitam manis
A
A
A
Sindonews.com - Toni Manurung (26), ayah bayi korban penculikan di RS Hasan Sadikin (RSHS) tak kuasa menahan haru, saat mengungkapkan isi hatinya, agar sang anak bisa kembali kepelukan.
Dalam perbincangannya bersama wartawan di Mapolrestaebes Bandung, Toni mengungkapkan isi hatinya agar penculik mengembalikan anaknya yang telah hilang selama tiga hari tersebut.
“Kepada pelaku, kalau memang anda pingin bayi itu, tolong temui saya. Kembalikan bayi saya secepatnya,” ucapnya, kepada wartawan, Jumat (28/3/2014).
Disinggung jika hal itu benar-benar terjadi, Toni mengaku akan memaafkan pelaku. “Saya pasti memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Toni pun mencurahkan kebingungannya soal pelaku. Pasalnya saat kejadian, pelaku seolah menjadi dokter professional yang biasa menangani bayi.
“Dia bicara pakai bahasa Indonesia. Tidak ada logat kedaerahan. Logatnya seperti dokter professional. Tidak ada ciri-ciri khusus, yang saya ingat dia itu hitam manis dan wajahnya bulat,” tukasnya.
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS, orangtua mengadu ke KPAI
Dalam perbincangannya bersama wartawan di Mapolrestaebes Bandung, Toni mengungkapkan isi hatinya agar penculik mengembalikan anaknya yang telah hilang selama tiga hari tersebut.
“Kepada pelaku, kalau memang anda pingin bayi itu, tolong temui saya. Kembalikan bayi saya secepatnya,” ucapnya, kepada wartawan, Jumat (28/3/2014).
Disinggung jika hal itu benar-benar terjadi, Toni mengaku akan memaafkan pelaku. “Saya pasti memaafkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Toni pun mencurahkan kebingungannya soal pelaku. Pasalnya saat kejadian, pelaku seolah menjadi dokter professional yang biasa menangani bayi.
“Dia bicara pakai bahasa Indonesia. Tidak ada logat kedaerahan. Logatnya seperti dokter professional. Tidak ada ciri-ciri khusus, yang saya ingat dia itu hitam manis dan wajahnya bulat,” tukasnya.
Baca juga:
Bayi hilang di RSHS, orangtua mengadu ke KPAI
(san)