Pantau Gunung Slamet, alat baru dipasang di 3 kabupaten
Rabu, 26 Maret 2014 - 12:09 WIB
Pantau Gunung Slamet, alat baru dipasang di 3 kabupaten
A
A
A
Sindonews.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memasang alat baru berupa perekam gempa (seismik) di tiga kabupaten untuk memantau perkembangan Gunung Slamet.
Petugas pengamatan Gunung Slamet di Pos Gambuhan, Sukedi mengatakan, alat baru tersebut pertama dipasang di Dukuh Bambangan, Desa Kuta Bawa, Kecamatan Karang Reja, Kabupaten Purbalingga.
Selanjutnya di Panjuran 7 Baturaden, Kabupaten Banyumas serta dipasang di atas lokasi Wisata Guci, Kabupaten Tegal. Alat-alat tersebut, kata Sukedi, ditanam untuk memantau gempa-gempa mikro dari Gunung Slamet.
"Mengapa dipilih ketiga daerah tersebut karena lokasinya berada diatas 2.000 meter diatas permukaan laut (dpl). Selain itu lokasinya dekat dengan Gunung Slamet,"ujar Sukedi, saat dihubungi Sindonews, Rabu (24/3/2014).
Menurut Sukedi, alat-alat tersebut terhubung dengan Pos Pemantau di Gambuhan, Kabupaten Pemalang, sehingga data kegempaan yang masuk bisa dianalisa.
Berdasarkan pantauan, ungkap Sukedi, saat ini aktivitas Gunung Slamet lebih banyak terjadi kegempaan dan hembusan asap secara mikro.
Asap yang keluar, lanjut Sukedi, banyak mengarah ke Selatan karena tertiup angin sehingga imbasnya akan terjadi di Kabupaten Banyumas.
Baca juga :
Antisipasi erupsi Gunung Slamet, SAR Brebes bagikan 5.000 masker
Petugas pengamatan Gunung Slamet di Pos Gambuhan, Sukedi mengatakan, alat baru tersebut pertama dipasang di Dukuh Bambangan, Desa Kuta Bawa, Kecamatan Karang Reja, Kabupaten Purbalingga.
Selanjutnya di Panjuran 7 Baturaden, Kabupaten Banyumas serta dipasang di atas lokasi Wisata Guci, Kabupaten Tegal. Alat-alat tersebut, kata Sukedi, ditanam untuk memantau gempa-gempa mikro dari Gunung Slamet.
"Mengapa dipilih ketiga daerah tersebut karena lokasinya berada diatas 2.000 meter diatas permukaan laut (dpl). Selain itu lokasinya dekat dengan Gunung Slamet,"ujar Sukedi, saat dihubungi Sindonews, Rabu (24/3/2014).
Menurut Sukedi, alat-alat tersebut terhubung dengan Pos Pemantau di Gambuhan, Kabupaten Pemalang, sehingga data kegempaan yang masuk bisa dianalisa.
Berdasarkan pantauan, ungkap Sukedi, saat ini aktivitas Gunung Slamet lebih banyak terjadi kegempaan dan hembusan asap secara mikro.
Asap yang keluar, lanjut Sukedi, banyak mengarah ke Selatan karena tertiup angin sehingga imbasnya akan terjadi di Kabupaten Banyumas.
Baca juga :
Antisipasi erupsi Gunung Slamet, SAR Brebes bagikan 5.000 masker
(sms)