1.228 siswa miskin belum tersentuh BSM
Selasa, 25 Maret 2014 - 16:24 WIB
1.228 siswa miskin belum tersentuh BSM
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 1.228 siswa miskin dari sejumlah SD dan SMP di Salatiga belum tersentuh program bantuan siswa miskin (BSM) yang digulirkan pemerintah pusat. Ini terjadi karena jumlah siswa miskin di Salatiga lebih banyak dibanding kuota penerima BSM yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga Tedjo Supriyanto mengatakan, jumlah siswa SD kategori miskin di Salatiga sebanyak 2.661 siswa. Sedangkan kuota penerima BSM yang diberikan pemerintah pusat pada 2013 sebanyak 1.991 siswa, sehingga masih ada 670 siswa yang belum menerima bantuan tersebut.
"Sedangkan siswa SMP yang belum menerima BSM jumlahnya mencapai 558 orang. Mereka akan dimasukan dalam daftar penerima BSM 2014," katanya, Selasa (25/3/2014).
Dia menjelaskan, jumlah siswa SMP kategori miskin di Salatiga sebanyak 1.760 orang. Adapun jumlah kuota penerima BSM 2013 yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Salatiga sebanyak 1.202 siswa.
Menurut dia, pada 2013 lalu Disdikpora juga menyalurkan BSM kepada 1.833 siswa siswa SMA dan SMK. Anggaran BSM siswa SMA dan SMK ini berasal dari APBD Pemkot Salatiga, APBD Pemprov Jateng, dan APBN 2013.
Disinggung mengenai besaran nominal anggaran BSM 2014, Tedjo menyatakan, pihaknya telah mengalokasikan dana sebanyak Rp2,6 miliar. "Rinciannya senilai Rp1,3 miliar untuk BSM tingkat pendidikan dasar (SD - SMP) dan Rp1,3 miliar untuk tingkat pendidikan menengah (SMA - SMK)," paparnya.
Lebih jauh dia menyatakan, mekanisme pencairan BSM 2014 sama dengan tahun lalu, yakni dilakukan melalui rekening bank masing-masing siswa. Teknisnya, para siswa mengambil uang di bank yang ditunjuk dengan membawa buku rekening.
Saat pencairan semua siswa harus didampingi orang tuanya. Adapun nilai nominal bantuan yang terima masing-masing siswa SD senilai Rp360.000. Sedangkan siswa SMP senilai Rp560.000 per orang.
Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Salatiga Septa Maya Hidayati mengatakan, Pemkot Salatiga harus melakukan terobosan untuk mengcover semua siswa miskin. Sehingga mereka bisa mendapat pelayanan dan memenuhi kebutuhan pendidikan dengan baik.
"Kami minta Disdikpora melakukan verifikasi data siswa miskin di Salatiga. Jangan sampai ada siswa miskin yang tidak tercover BSM," tandasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga Tedjo Supriyanto mengatakan, jumlah siswa SD kategori miskin di Salatiga sebanyak 2.661 siswa. Sedangkan kuota penerima BSM yang diberikan pemerintah pusat pada 2013 sebanyak 1.991 siswa, sehingga masih ada 670 siswa yang belum menerima bantuan tersebut.
"Sedangkan siswa SMP yang belum menerima BSM jumlahnya mencapai 558 orang. Mereka akan dimasukan dalam daftar penerima BSM 2014," katanya, Selasa (25/3/2014).
Dia menjelaskan, jumlah siswa SMP kategori miskin di Salatiga sebanyak 1.760 orang. Adapun jumlah kuota penerima BSM 2013 yang ditetapkan pemerintah pusat untuk Salatiga sebanyak 1.202 siswa.
Menurut dia, pada 2013 lalu Disdikpora juga menyalurkan BSM kepada 1.833 siswa siswa SMA dan SMK. Anggaran BSM siswa SMA dan SMK ini berasal dari APBD Pemkot Salatiga, APBD Pemprov Jateng, dan APBN 2013.
Disinggung mengenai besaran nominal anggaran BSM 2014, Tedjo menyatakan, pihaknya telah mengalokasikan dana sebanyak Rp2,6 miliar. "Rinciannya senilai Rp1,3 miliar untuk BSM tingkat pendidikan dasar (SD - SMP) dan Rp1,3 miliar untuk tingkat pendidikan menengah (SMA - SMK)," paparnya.
Lebih jauh dia menyatakan, mekanisme pencairan BSM 2014 sama dengan tahun lalu, yakni dilakukan melalui rekening bank masing-masing siswa. Teknisnya, para siswa mengambil uang di bank yang ditunjuk dengan membawa buku rekening.
Saat pencairan semua siswa harus didampingi orang tuanya. Adapun nilai nominal bantuan yang terima masing-masing siswa SD senilai Rp360.000. Sedangkan siswa SMP senilai Rp560.000 per orang.
Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Salatiga Septa Maya Hidayati mengatakan, Pemkot Salatiga harus melakukan terobosan untuk mengcover semua siswa miskin. Sehingga mereka bisa mendapat pelayanan dan memenuhi kebutuhan pendidikan dengan baik.
"Kami minta Disdikpora melakukan verifikasi data siswa miskin di Salatiga. Jangan sampai ada siswa miskin yang tidak tercover BSM," tandasnya.
(lns)