Undip ancam keluarkan mahasiswa yang manipulasi data miskin
Selasa, 25 Maret 2014 - 04:44 WIB
Undip ancam keluarkan mahasiswa yang manipulasi data miskin
A
A
A
Sindonews.com - Universitas Diponegroro (Undip) Semarang mulai tahun ini akan memberikan sanksi tegas kepada mahasiswa yang diterima melalui program beasiswa bidikmisi namun dengan memberikan data tidak valid. Sanksi tersebut berupa tindakan pencoretan yang bersangkutan sebagai mahasiswa.
“Tahun ini sanksi lebih tegas, jika ketahuan mampu namun ternyata dia memanipulasi data dengan mengaku sebagai mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu (miskin), akan dikeluarkan. Langkah ini sudah sesuai dengan kesepakatan ketika dilakukan rapat rektor. Kejujuran harus jadi prioritas, mau jadi apa jika mau jadi mahasiswa saja sudah tidak jujur,” ujar Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi, Senin 24 Maret 2014.
Dia menyebutkan, para pendaftar dari program beasiswa bidikmisi sebelum diterima akan diverifikasi lapangan dengan menerjunkan tim ke masing-masing alamat pendaftar.
“Tim bisa dari mahasiwa atau lainnya. Yang dinilai, atau dikategorikan tidak mampu, melalui kondisi rumah, penghasilan orang tua dan lainnya,” bebernya.
Setiap tahun, lanjut dia, jumlah mahasiswa yang diterima di Undip melalui program beasiswa bidikmisi terus bertambah.
Pada 2010 Undip menerima 225 mahasiswa baru melalui bidikmisi, pada 2011 ada 500 orang diterima, pada 2012 meningkat menjadi 800 orang yang diterima melalui program tersebut dan pada 2013 terdapat 1.100 orang diterima dari program bidikmisi.
“Sedangkan di tahun ini kita targetkan akan bertambah jumlahnya. Kita tidak menetapkan kuota, semakin banyak semakin bagus,” tukasnya.
“Tahun ini sanksi lebih tegas, jika ketahuan mampu namun ternyata dia memanipulasi data dengan mengaku sebagai mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu (miskin), akan dikeluarkan. Langkah ini sudah sesuai dengan kesepakatan ketika dilakukan rapat rektor. Kejujuran harus jadi prioritas, mau jadi apa jika mau jadi mahasiswa saja sudah tidak jujur,” ujar Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi, Senin 24 Maret 2014.
Dia menyebutkan, para pendaftar dari program beasiswa bidikmisi sebelum diterima akan diverifikasi lapangan dengan menerjunkan tim ke masing-masing alamat pendaftar.
“Tim bisa dari mahasiwa atau lainnya. Yang dinilai, atau dikategorikan tidak mampu, melalui kondisi rumah, penghasilan orang tua dan lainnya,” bebernya.
Setiap tahun, lanjut dia, jumlah mahasiswa yang diterima di Undip melalui program beasiswa bidikmisi terus bertambah.
Pada 2010 Undip menerima 225 mahasiswa baru melalui bidikmisi, pada 2011 ada 500 orang diterima, pada 2012 meningkat menjadi 800 orang yang diterima melalui program tersebut dan pada 2013 terdapat 1.100 orang diterima dari program bidikmisi.
“Sedangkan di tahun ini kita targetkan akan bertambah jumlahnya. Kita tidak menetapkan kuota, semakin banyak semakin bagus,” tukasnya.
(sms)