Penyakit seperti Pufelia sempat diderita warga Batam
Senin, 24 Maret 2014 - 21:44 WIB
Penyakit seperti Pufelia sempat diderita warga Batam
A
A
A
Sindonews.com - Pufelia Audriana Putri (5,5) menderita penyakit aneh di mana tangannya melepuh seperti terbakar. Penyakit seperti itu ternyata adalah yang kedua ditangani RS Hasan Sadikin (RSHS).
"Yang identik seperti ini pernah ada satu kejadian," kata Dirut RSHS, Bayu Wahyudi, di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (24/3/2014).
Meski tidak secara detail memaparkan kasus pertama, Bayu menyebut orang yang menderita penyakit seperti Pufelia adalah pasien asal Batam yang dirujuk ke RSHS. Bagian yang melepuh juga lengannya. "Ini termasuk jarang kasus seperti ini," ungkapnya.
Soal kondisi Pufelia, menurut Bayu sebagian jaringan lengannya sudah mati. Jika infeksinya makin melebar, kemungkinan dilakukan amputasi. Tapi itu juga tergantung kondisi Pufelia.
Untuk urusan amputasi, Bayu mengatakan hal itu nantinya akan ditentukan oleh dokter ortopedi dengan mempertimbangkan berbagai hal.
"Nanti ortopedi yang tindak lanjut apakah perlu tindakan ekstrim, misalnya amputasi atau tindakan lainnya," tandasnya.
Seperti diberitakan, Pufelia mengalami demam dan pada 19 Februari dibawa ke Klinik Eka Medika di Purwakarta. Saat itu ia didiagnosis menderita typus sehingga harus dirawat.
Pufelia sempat diinfus di lengan kanannya, tapi tak lama kemudian bengkak. Infusan kemudian dicabut dan dipindahkan ke lengan kiri. Setelah tiga hari, Pufelia dibawa pulang.
Di rumah, dua lengannya membengkak. Bahkan ketika disentuh, Pufelia tampak kesakitan. Pufelia lalu dibawa lagi ke klinik pada 23 Februari, tapi kemudian dirujuk ke RSHS. Pada 24 Februari, balita lucu itu dibawa ke RSHS dan menjalani perawatan hingga kini.
Dua lengannya melepuh mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan dua lengannya kini tak bisa digerakkan.
Baca juga :
Ini penjelasan RSHS soal lengan Pufelia
"Yang identik seperti ini pernah ada satu kejadian," kata Dirut RSHS, Bayu Wahyudi, di RSHS, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (24/3/2014).
Meski tidak secara detail memaparkan kasus pertama, Bayu menyebut orang yang menderita penyakit seperti Pufelia adalah pasien asal Batam yang dirujuk ke RSHS. Bagian yang melepuh juga lengannya. "Ini termasuk jarang kasus seperti ini," ungkapnya.
Soal kondisi Pufelia, menurut Bayu sebagian jaringan lengannya sudah mati. Jika infeksinya makin melebar, kemungkinan dilakukan amputasi. Tapi itu juga tergantung kondisi Pufelia.
Untuk urusan amputasi, Bayu mengatakan hal itu nantinya akan ditentukan oleh dokter ortopedi dengan mempertimbangkan berbagai hal.
"Nanti ortopedi yang tindak lanjut apakah perlu tindakan ekstrim, misalnya amputasi atau tindakan lainnya," tandasnya.
Seperti diberitakan, Pufelia mengalami demam dan pada 19 Februari dibawa ke Klinik Eka Medika di Purwakarta. Saat itu ia didiagnosis menderita typus sehingga harus dirawat.
Pufelia sempat diinfus di lengan kanannya, tapi tak lama kemudian bengkak. Infusan kemudian dicabut dan dipindahkan ke lengan kiri. Setelah tiga hari, Pufelia dibawa pulang.
Di rumah, dua lengannya membengkak. Bahkan ketika disentuh, Pufelia tampak kesakitan. Pufelia lalu dibawa lagi ke klinik pada 23 Februari, tapi kemudian dirujuk ke RSHS. Pada 24 Februari, balita lucu itu dibawa ke RSHS dan menjalani perawatan hingga kini.
Dua lengannya melepuh mulai dari jari hingga melebihi siku. Bahkan dua lengannya kini tak bisa digerakkan.
Baca juga :
Ini penjelasan RSHS soal lengan Pufelia
(sms)