Tenggelam, siswa MTs tersangkut di celah batu
Senin, 24 Maret 2014 - 16:45 WIB
Tenggelam, siswa MTs tersangkut di celah batu
A
A
A
Sindonews.com - Setelah dilakukan pencarian selama 12 jam, akhirnya Tim SAR Kabupaten Bone menemukan jenazah Ali (17), siswa Madrasah Tsanawiah (MTs) Walimpong, Kecamatan Mariowiwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Ali dikabarkan tenggelam di permandian alam air terjun Ladenring, Desa Lamedde, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, sejak Minggu 23 Maret 2014.
"Anggota melakukan penyelaman di bawah air terjun, jenazah ditemukan dikedalaman lima meter dalam keadaan terjepit di celah batu, pada jarak tiga meter dari titik 0 pencarian," ujar Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Andi Sultan, di lokasi pencarian, Senin (24/3/2014).
Lebih lanjut, dikatakan saat ini jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga di Soppeng untuk disemayamkan dan dikebumikan.
Sebelumnya, dikabarkan Seorang pelajar tenggelam saat bertamasya di permandian alam air terjun Ladenring. Siswa tersebut diduga tewas setelah tenggelam sejak pukul 10.00 WITA. Setelah diketahui korban tenggelam, pencarian pun dilakukan warga sekitar.
Berdasarkan informasi, rombongan siswa MTS tersebut ramai-ramai turun ke air terjun yang memiliki pesona alam yang masih alami tersebut. Pagi itu, para siswa turun mandi. Namun, korban diduga naik ke atas sebuah batu besar dan tergelincir ke dalam air. Sejak itulah, Ali dinyatakan hilang.
Warga setempat Mansyur mengatakan, siswa yang datang bertamasya di permandian alam air terjun Ladenring, bersama teman-temannya. Tidak ada orangtua dan guru yang ikut menemani.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Lamuru AKP Jumri membenarkan adanya laporan tentang siswa yang tenggelam di permandian air terjun tersebut. Informasi itu menurutnya baru diterima sekira pukul 20.00 WITA.
"Informasinya kami terima malam tadi, dan saat ini anggota kami dan Tim SAR sudah tiba di lokasi untuk melakukan pencarian," terang AKP Jumri.
Pencarian tersebut sempat terkendala oleh derasnya arus air terjun yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 25 meter, serta perlengkapan menyelam yang tidak memadai khususnya oksigen.
Sementara itu, pihak keluarga korban sudah menempuh segala cara, termasuk melakukan ritual dengan cara melepaskan seekor kambing di kawasan air terjun tersebut, dan meminta bantuan dukun setempat.
Sejak beredarnya kabar siswa tenggelam, tempat permandian alam air terjun Ladenring membuat warga datang berbondong-bondong ke sekitar air terjun untuk menyaksikan langsung proses pencarian. Umumnya warga yang datang ke lokasi berasal dari tempat yang berbeda-beda.
Ali dikabarkan tenggelam di permandian alam air terjun Ladenring, Desa Lamedde, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, sejak Minggu 23 Maret 2014.
"Anggota melakukan penyelaman di bawah air terjun, jenazah ditemukan dikedalaman lima meter dalam keadaan terjepit di celah batu, pada jarak tiga meter dari titik 0 pencarian," ujar Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Andi Sultan, di lokasi pencarian, Senin (24/3/2014).
Lebih lanjut, dikatakan saat ini jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga di Soppeng untuk disemayamkan dan dikebumikan.
Sebelumnya, dikabarkan Seorang pelajar tenggelam saat bertamasya di permandian alam air terjun Ladenring. Siswa tersebut diduga tewas setelah tenggelam sejak pukul 10.00 WITA. Setelah diketahui korban tenggelam, pencarian pun dilakukan warga sekitar.
Berdasarkan informasi, rombongan siswa MTS tersebut ramai-ramai turun ke air terjun yang memiliki pesona alam yang masih alami tersebut. Pagi itu, para siswa turun mandi. Namun, korban diduga naik ke atas sebuah batu besar dan tergelincir ke dalam air. Sejak itulah, Ali dinyatakan hilang.
Warga setempat Mansyur mengatakan, siswa yang datang bertamasya di permandian alam air terjun Ladenring, bersama teman-temannya. Tidak ada orangtua dan guru yang ikut menemani.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Lamuru AKP Jumri membenarkan adanya laporan tentang siswa yang tenggelam di permandian air terjun tersebut. Informasi itu menurutnya baru diterima sekira pukul 20.00 WITA.
"Informasinya kami terima malam tadi, dan saat ini anggota kami dan Tim SAR sudah tiba di lokasi untuk melakukan pencarian," terang AKP Jumri.
Pencarian tersebut sempat terkendala oleh derasnya arus air terjun yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 25 meter, serta perlengkapan menyelam yang tidak memadai khususnya oksigen.
Sementara itu, pihak keluarga korban sudah menempuh segala cara, termasuk melakukan ritual dengan cara melepaskan seekor kambing di kawasan air terjun tersebut, dan meminta bantuan dukun setempat.
Sejak beredarnya kabar siswa tenggelam, tempat permandian alam air terjun Ladenring membuat warga datang berbondong-bondong ke sekitar air terjun untuk menyaksikan langsung proses pencarian. Umumnya warga yang datang ke lokasi berasal dari tempat yang berbeda-beda.
(san)